5 Rukun Khutbah Jumat yang Wajib Dipenuhi

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Khutbah Jumat adalah salah satu bagian penting dalam ibadah salat Jumat yang tak boleh ditinggalkan. Khotbah ini disampaikan sebelum pelaksanaan salat dua rakaat Jumat dan berfungsi sebagai pengganti dua rakaat salat Zuhur.
Dalam Islam, khutbah Jumat bukan sekadar ceramah biasa, tetapi memiliki rukun tertentu yang harus dipenuhi agar ibadah salat Jumat sah. Jika khutbah tidak memenuhi rukun-rukunnya, salat Jumat menjadi tidak sah.
Simak artikel di bawah ini untuk mengetahui penjelasan lengkap terkait rukun dalam khutbah Jumat yang perlu dikerjakan dalam pelaksanaan salat Jumat.
Rukun Khutbah Jumat
Khutbah Jumat merupakan syarat sah salat Jumat. Diterangkan dalam Al-Qur’an surah Al-Jumu’ah ayat 9, yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
Merujuk Buku Pintar Agama Islam oleh Abu Aunillah Al-Baijury dan sumber lainnya, ada lima rukun yang harus dipenuhi oleh khatib agar khutbah Jumat sah, di antaranya:
1. Memuji Allah SWT
Khutbah Jumat harus diawali dengan pujian pada Allah SWT, seperti membaca:
Alhamdulillah. Artinya: "Segala puji bagi Allah".
Subhanallah. Artinya: "Maha Suci Allah".
Allahu Akbar. Artinya: "Allah Maha Besar".
Dalilnya adalah hadis Rasulullah SAW, yang artinya: "Setiap khutbah yang tidak dimulai dengan pujian pada Allah adalah seperti tangan yang terpotong." (HR. Abu Dawud)
2. Membaca Selawat atas Nabi Muhammad SAW
Membaca selawat dalam khutbah Jumat juga merupakan rukun yang wajib dilakukan, seperti:
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad
Ini sesuai dengan perintah Allah dalam Al-Qur’an, yang artinya: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Berselawatlah kamu untuknya dan ucapkanlah salam penghormatan padanya." (QS. Al-Ahzab: 56)
3. Memberikan Nasihat atau Wasiat Takwa
Khatib wajib memberikan nasihat pada jemaah agar bertakwa pada Allah SWT. Wasiat ini bisa berupa peringatan untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Dalilnya adalah firman Allah SWT, yang artinya: "Dan sungguh, Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu agar bertakwa pada Allah." (QS. An-Nisa: 131)
4. Membaca Ayat Al-Qur’an dalam Salah Satu Khotbah
Minimal satu ayat Al-Qur’an harus dibacakan dalam salah satu khotbah, baik di khotbah pertama atau kedua.
Misalnya, ayat berikut sering dibacakan dalam khotbah:
Innallaha ya'muru bil-‘adli wal-iḫsani wa ita'i dzil-qurba wa yan-ha ‘anil-faḫsya'i wal-mungkari wal-baghyi ya‘idhukum la‘allakum tadzakkarun
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan pada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran padamu agar kamu selalu ingat."
5. Berdoa untuk Kaum Muslimin pada Khotbah Kedua
Di khotbah kedua, khatib harus mendoakan kebaikan bagi seluruh umat Islam, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal. Contoh doa yang sering diucapkan:
"Allahummaghfir lil muslimina wal muslimat, wal mu’minina wal mu’minat, al-ahya’i minhum wal amwat."
Artinya: "Ya Allah, ampunilah kaum Muslimin dan Muslimat, Mukminin dan Mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal".
Baca Juga: 5 Adab Kepada Orang Tua dan Keutamaannya dalam Islam
(NDA)
