Konten dari Pengguna

6 Contoh Zat Tunggal, Pengertian, dan Sifatnya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 4 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi garam yang merupakan kelompok senyawa dalam zal tunggal. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi garam yang merupakan kelompok senyawa dalam zal tunggal. Foto: Pexels

Dalam pelajaran kimia, zat tunggal merupakan materi yang seluruh bagiannya memiliki susunan dan komposisi yang tetap. Salah satu contoh zat tunggal adalah oksigen. Setiap benda yang ada di alam termasuk materi.

Mengutip Super Master Pelajaran SMA/MA Kelas X Semester 1 dan 2 Saintek oleh Tim Quantum Research, materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Materi meliputi makhluk hidup maupun benda mati.

Setiap materi mengandung partikel-partikel kecil berupa atom, ion, dan molekul yang menyusun suatu zat. Berdasarkan wujudnya, materi dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu:

  • Zat padat, menunjukkan susunan partikel dengan bentuk dan volume yang tetap selama tidak ada pengaruh dari luar. Hal ini dikarenakan susunan partikel zat padat yang sangat rapat dan teratur.

  • Zat cair, menunjukkan susunan partikel yang agak renggang sehingga bentuknya dapat menyesuaikan dengan ruang yang ditempatinya, tapi volumenya tetap.

  • Gas, menunjukkan susunan partikel yang bergerak bebas dengan jarak yang berjauhan. Bentuk maupun volume gas tidak tetap dan akan mengisi seluruh ruang yang ditempatinya.

Sementara dilihat dari jenis penyusunnya, materi diklasifikasikan menjadi zat tunggal dan zat campuran. Berikut ini pembahasan lebih lanjut mengenai zat tunggal, mulai dari pengertian, jenis-jenis, hingga contohnya.

Pengertian Zat Tunggal

Ilustrasi alumunium sebagai salah satu zat tunggal. Foto: Pexels

Apa yang dimaksud dengan zat tunggal? Mengutip Kimia SMP Kelas VII oleh Crys Fajar Pratana (2008: 32), pengertian zat tunggal adalah materi yang mempunyai sifat dan komposisi penyusun yang tetap.

Contoh zat tunggal antara lain tembaga (Cu), besi (Fe), aluminium (Al), air (H2O), garam dapur (NaCl), gula pasir (C12H22O11), dan sebagainya. Zat tunggal memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

  • Tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana

  • Hanya disusun oleh satu jenis zat.

  • Homogen, artinya semua komponennya memiliki sifat yang sama.

Berdasarkan komponen penyusunnya, zat tunggal dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu unsur dan senyawa. Berikut penjelasannya.

1. Unsur

Unsur adalah suatu zat tunggal yang sudah tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana. Terdapat dua jenis unsur zat tunggal, yaitu:

a. Unsur Logam

Ciri-ciri unsur logam antara lain:

  • Permukaannya mengilap

  • Berwujud padat pada suhu ruang (kecuali raksa yang cair)

  • Lentur

  • Penghantar panas dan listrik yang baik

  • Dapat dibentuk

  • Titik didih dan titik leleh tinggi

Contoh unsur logam antara lain besi, perak, emas, dan platina.

b. Unsur Nonlogam

Ciri-ciri unsur nonlogam antara lain:

  • Permukaannya tidak mengilap kecuali intan

  • Pada suhu ruang ada yang berwujud padat, cair, dan gas

  • Biasanya merupakan penyekat (isolator) dan semikonduktor panas dan listrik

  • Rapuh (mudah patah)

  • Lunak

  • Titik didih dan titik leleh rendah

Contoh unsur nonlogam antara lain oksigen, hidrogen, karbon, belerang, intan, dan nitrogen.

Jumlah unsur yang diketahui hingga kini ada 118. Di mana 92 di antaranya berasal dari alam, sedangkan sisanya merupakan unsur buatan karena dihasilkan dengan cara mengubah unsur yang sudah ada.

Unsur-unsur yang jumlahnya banyak dikelompokkan dalam bentuk tabel periodik unsur. Hal ini bertujuan agar unsur-unsur tersebut dipelajari.

2. Senyawa

Senyawa adalah zat tunggal yang terdiri atas lebih dari satu unsur, yang masih dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana. Di alam, senyawa dikelompokkan menjadi dua, yaitu senyawa organik dan senyawa anorganik.

  1. Senyawa organik biasanya berasal dari makhluk hidup. Misalnya, protein, karbohidrat, dan lemak.

  2. Senyawa anorganik biasanya bukan berasal dari makhluk hidup. Misalnya, karbon dioksida dan air.

Sifat senyawa sangat berbeda dengan unsur-unsur yang dikandungnya. Beberapa sifat senyawa antara lain:

  1. Selama pembentukan senyawa, panas atau cahaya dilepaskan atau diserap sebagai tanda terjadinya reaksi kimia.

  2. Senyawa memiliki sifat berbeda dari sifat unsur-unsur penyusunnya.

  3. Unsur dalam senyawa bergabung dengan perbandingan tetap.

  4. Senyawa dapat diuraikan menjadi unsur-unsur atau senyawa lain yang lebih sederhana.

Senyawa dapat terbentuk melalui proses pembakaran, dekomposisi (peruraian), atau pencampuran zat secara kimia.

a. Pembakaran

Senyawa dapat terbakar atau bereaksi dengan oksigen membentuk senyawa baru. Contohnya, logam magnesium dibakar akan membentuk senyawa magnesium oksida, lalu pembakaran gas metana akan menghasilkan senyawa air dan karbon dioksida.

b. Dekomposisi (Peruraian)

Senyawa dapat terurai menjadi unsur atau senyawa lain. Contohnya, gula yang dipanaskan akan terurai membentuk unsur karbon dan senyawa air.

c. Pencampuran Zat secara Kimia

Suatu unsur yang bercampur secara kimia dengan unsur lain dapat membentuk senyawa. Contohnya, unsur natrium bercampur secara kimia dengan unsur klorin membentuk senyawa natrium klorida (garam dapur).

Contoh Unsur dalam Kehidupan Sehari-hari

Ilustrasi besi sebagai salah satu contoh unsur zat tunggal. Foto: Pexels

Berikut ini adalah contoh unsur zat tunggal yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

  1. Besi

  2. Aluminium

  3. Tembaga

  4. Emas

  5. Silikon

  6. Gas Nitrogen Murni

Selain itu, udara yang dihirup manusia yang mengandung oksigen juga merupakan zat tunggal.

Itulah penjelasan mengenai pengertian zat tunggal, sifat, dan contohnya. Semoga penjelasan dalam artikel ini dapat menambah wawasan mengenai zat tunggal dalam pelajaran kimia.

(IND & SFR)