6 Faktor Munculnya Nasionalisme di Indonesia

·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nasionalisme di benak rakyat Indonesia tumbuh sebagai respons terhadap penjajahan dan ketidakadilan yang dialami bangsa selama berabad-abad.
Rasa nasionalisme ini kemudian menjadi kekuatan utama dalam perjuangan menuju kemerdekaan. Namun, nasionalisme tidak muncul begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Untuk mengetahui apa saja faktor munculnya nasionalisme di Indonesia, artikel ini akan membahas faktor-faktor utama yang melatarbelakangi munculnya nasionalisme di Indonesia lengkap dengan penjelasannya.
Faktor Munculnya Nasionalisme di Indonesia
Nasionalisme di Indonesia muncul sebagai hasil dari berbagai faktor yang berkaitan. Berikut faktor yang menyebabkan timbulnya rasa nasionalisme di Indonesia saat masa penjajahan menurut informasi dari buku IPS Terpadu karya Sri Pujiastuti, Dkk.
1. Penjajahan yang Berkepanjangan
Salah satu faktor utama munculnya nasionalisme di Indonesia adalah penderitaan akibat penjajahan. Selama 40 hingga 50 tahun, Indonesia dijajah oleh bangsa asing, seperti Belanda, Inggris, dan Jepang.
Penderitaan ini menyadarkan rakyat bahwa mereka harus bersatu untuk melawan penjajah dan memperjuangkan hak-haknya. Berikut beberapa hal yang dilakukan para penjajah terhadap bangsa Indonesia:
Eksploitasi ekonomi, seperti sistem tanam paksa dan pajak yang memberatkan rakyat, menimbulkan kesengsaraan.
Diskriminasi sosial, ketika pribumi dianggap lebih rendah dibandingkan orang Eropa dan keturunan asing lainnya.
Ketidakadilan dalam pemerintahan, seperti larangan bagi pribumi untuk menduduki jabatan tinggi dalam birokrasi kolonial.
2. Pengaruh Pendidikan dan Kesadaran Intelektual
Pendidikan berperan penting dalam membangun kesadaran nasionalisme. Seiring dengan meningkatnya akses terhadap pendidikan di awal abad ke-20, masyarakat mulai memahami pentingnya kebebasan dan hak-hak mereka.
Melalui pendidikan, rakyat mulai sadar bahwa mereka memiliki identitas sebagai bangsa yang harus diperjuangkan. Berikut cara yang dilakukan oleh masyarakat terdidik dan peduli untuk memunculkan rasa nasionalisme di Indonesia.
Munculnya kaum terpelajar, seperti Soekarno, Hatta, dan Sutan Sjahrir, yang menjadi pelopor gerakan nasional.
Sekolah-sekolah nasional, seperti Taman Siswa yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara, mengajarkan nilai-nilai kebangsaan.
Buku dan surat kabar, seperti De Indische Partij dan Indonesia Merdeka, menyebarkan gagasan nasionalisme ke seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga: Bagaimana Masyarakat Terdidik dan Peduli Dapat Memerdekakan Indonesia?
3. Kebangkitan Nasionalisme Global
Gerakan nasionalisme tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai belahan dunia, yang kemudian menginspirasi rakyat Indonesia. Beberapa gerakan tersebut, di antaranya:
Revolusi Prancis (1789—1799) menanamkan gagasan tentang kebebasan, persamaan, dan persaudaraan.
Kebangkitan nasionalisme di Asia, seperti gerakan kemerdekaan India yang dipimpin oleh Mahatma Gandhi dan Revolusi Tiongkok, mengilhami perjuangan Indonesia.
Kemenangan Jepang atas Rusia (1905) menunjukkan bahwa bangsa Asia juga bisa mengalahkan bangsa Eropa, sehingga membangkitkan semangat rakyat Indonesia untuk melawan penjajah.
4. Peran Organisasi Pergerakan Nasional
Organisasi-organisasi yang muncul di awal abad ke-20 menjadi wadah bagi rakyat untuk bersatu dan memperjuangkan kemerdekaan. Melalui organisasi-organisasi ini, kesadaran nasionalisme semakin berkembang dan menjadi gerakan yang lebih terstruktur. Organisasi yang dimaksud, di antaranya:
Budi Utomo (1908), organisasi pertama yang menanamkan kesadaran nasional.
Sarekat Islam (1911), yang menyebarkan gagasan nasionalisme di kalangan pedagang dan petani.
Indische Partij (1912), organisasi politik pertama yang secara terang-terangan menyerukan kemerdekaan.
Pendidikan Nasional Indonesia (PNI, 1927) yang dipimpin oleh Soekarno, memperjuangkan kemerdekaan dengan lebih tegas.
5. Peran Bahasa dan Budaya
Bahasa dan budaya menjadi faktor penting dalam membentuk identitas nasional yang kuat. Dengan memiliki identitas budaya yang kuat, rasa persatuan dan nasionalisme semakin kokoh.
Melalui Sumpah Pemuda (1928), para pemuda/i bangsa menegaskan bahwa Indonesia memiliki satu Tanah Air, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia.
Bahasa Indonesia sebagai pemersatu, meskipun terdiri dari berbagai suku dan bahasa daerah, rakyat Indonesia memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.
Selain bahasa, kesenian dan sastra nasional, seperti puisi dan lagu perjuangan, juga berperan penting dalam membangkitkan semangat kebangsaan.
6. Pengaruh Krisis Ekonomi Dunia
Krisis ekonomi dunia pada 1929—1930 berdampak besar pada Indonesia. Krisis ini mempercepat kesadaran rakyat bahwa sistem kolonial hanya menguntungkan pihak penjajah, sehingga perlu adanya perubahan besar, yaitu kemerdekaan.
(NDA)
