Konten dari Pengguna

6 Jenis Rima Berdasarkan Letaknya dan Contohnya dalam Puisi

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi. Foto: Pixabay

Rima adalah pengulangan bunyi yang berfungsi untuk memperindah irama dalam pembacaan puisi. Selain memperkaya estetika suatu puisi, rima juga membantu menyampaikan makna lebih mendalam.

Berdasarkan letaknya, rima dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis. Apa saja? Artikel ini akan membahas jenis-jenis rima berdasarkan letaknya serta contohnya dalam puisi.

Jenis Rima Berdasarkan Letaknya

Ilustrasi puisi. Foto: Pixabay

Mengutip buku Master bahasa Indonesia karya Ainia Prihantini, jenis rima berdasarkan letaknya dapat dikategorikan menjadi rima awal, tengah, akhir, tegak, mendatar, dan selang-seling. Berikut penjelasannya masing-masing.

1. Rima Awal

Rima awal terjadi ketika pengulangan bunyi yang sama muncul di awal baris dalam sebuah puisi. Jenis rima ini jarang digunakan, tetapi dapat memberikan efek ritmis yang khas.

Contoh:

Hilang dalam senja, bayang menghilang

Hampa terasa, hati pun menghilang

Dalam contoh di atas, kata "Hilang" dan "Hampa" memiliki pola rima awal karena diletakkan di awal baris.

2. Rima Tengah

Rima tengah adalah pengulangan bunyi yang terjadi di tengah baris puisi. Biasanya, kata atau suku kata yang berima berada di bagian tengah setiap baris.

Contoh:

Dalam sepi hati berbisik

Mengingat kasih yang terusik

Pada contoh tersebut, kata "berbisik" dan "terusik" menunjukkan rima tengah karena berada di bagian tengah baris puisi.

3. Rima Akhir

Rima akhir adalah jenis rima yang paling umum ditemukan dalam puisi. Rima ini terjadi ketika pengulangan bunyi terjadi di akhir baris puisi.

Contoh:

Matahari tenggelam di ufuk barat

Meninggalkan kenangan yang sangat berat

Dalam contoh ini, kata "barat" dan "berat" memiliki bunyi yang serupa dan terletak di akhir baris puisi.

Baca Juga: Contoh Kalimat Bermajas Personifikasi, Ciri-ciri, dan Fungsinya

4. Rima Tegak (Vertikal)

Rima tegak terjadi ketika bunyi berulang dalam baris yang berbeda secara berurutan.

Contoh:

Malam sunyi, bulan bersinar

Malam sepi, hati bergetar

Pada contoh ini, kata "sunyi" dan "sepi" membentuk pola rima tegak karena diletakkan pada posisi yang sejajar dalam baris berbeda.

5. Rima Mendatar (Horizontal)

Rima mendatar adalah pengulangan bunyi yang terjadi dalam satu baris puisi.

Contoh:

Duka lara mengiris hati, tiada henti mengalun lirih

Pada contoh ini, kata "hati" dan "henti" memiliki pola rima mendatar karena terdapat dalam satu baris yang sama.

6. Rima Selang-Seling

Rima selang-seling memiliki pola ABAB, di mana baris pertama berima dengan baris ketiga, sedangkan baris kedua berima dengan baris keempat.

Contoh:

Pagi cerah mentari bersinar (A)

Burung berkicau di ranting hijau (B)

Hati damai tanpa gusar (A)

Langit biru tanpa risau (B)

Dalam contoh tersebut, kata "bersinar" dan "gusar" membentuk satu pola rima, sedangkan kata "hijau" dan "risau" membentuk pola rima lainnya.

(NDA)