6 Pewarna Makanan Alami yang Aman dan Kaya Nutrisi

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam dunia kuliner, warna merupakan salah satu elemen penting untuk menarik perhatian. Tidak heran jika banyak produsen makanan menggunakan pewarna buatan agar makanan tampak lebih menggoda.
Namun, tidak semua pewarna aman dikonsumsi jangka panjang. Itulah mengapa pewarna makanan alami semakin digemari sebagai alternatif sehat dan aman.
Pewarna makanan alami umumnya berasal dari bahan-bahan nabati seperti buah, sayur, bunga, dan rempah-rempah yang kaya akan pigmen alami.
Selain memberikan warna yang menarik, pewarna alami juga mengandung nutrisi dan antioksidan yang baik bagi tubuh. Berikut beberapa jenis pewarna makanan dari bahan-bahan alami.
Pewarna Makanan Alami
Menggunakan pewarna makanan alami bukan hanya membuat tampilan makanan lebih menarik, tetapi juga memberikan nilai tambah dari segi kesehatan.
Dikutip dari buku Teknologi Pangan Nabati karya Dr. Sri Raharjo, M.S., dan sumber lainnya, berikut beberapa pewarna makanan alami dari bahan-bahan nabati.
1. Warna Merah
Untuk menciptakan warna merah yang alami dan menggugah selera, buah bit dan stroberi menjadi pilihan utama. Buah bit (beetroot) memberikan warna merah tua yang pekat, sedangkan stroberi dan rosella menghasilkan warna merah muda hingga merah cerah.
Selain tampilannya yang cantik, bahan-bahan ini kaya akan antioksidan yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Pewarna merah alami ini sangat cocok digunakan untuk membuat kue, es krim, hingga minuman segar seperti jus atau infused water.
2. Warna Kuning
Warna kuning cerah bisa diperoleh secara alami dari kunyit, saffron, atau bahkan kulit jeruk. Menurut buku Rempah untuk Pangan dan Kesehatan karya Widya Dwi Rukmi Putri dan Kiki Fibrianto, Kunyit dikenal luas dalam masakan Indonesia dan mengandung zat aktif kurkumin yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan.
Warna kuning dari kunyit sering digunakan dalam pembuatan nasi kuning, kari, atau berbagai jenis olahan kue. Sementara saffron, meski lebih mahal, memberi warna kuning keemasan yang lembut dan aroma khas yang mewah.
3. Warna Hijau
Merujuk situs Coockpad, Jika ingin membuat makanan berwarna hijau alami yang segar, gunakanlah daun pandan, daun suji, bayam, atau bubuk matcha.
Daun pandan dan suji kerap dimanfaatkan dalam kue tradisional karena memberi aroma harum khas selain warnanya yang alami. Sedangkan bayam mengandung klorofil tinggi yang baik untuk tubuh dan aman digunakan dalam berbagai olahan makanan.
Pewarna hijau ini sering dijumpai dalam makanan seperti dadar gulung, agar-agar, atau minuman hijau yang menyegarkan.
4. Warna Ungu
Ungu menjadi warna yang cukup unik dan mencolok di dunia kuliner. Pewarna ungu alami sangat cocok untuk olahan seperti pudding, roti, cake, bahkan minuman modern yang kekinian.
Warna ini dapat diperoleh dari ubi ungu, kol ungu, atau anggur. Semua bahan ini mengandung antosianin yang tinggi, yaitu senyawa antioksidan yang membantu melawan radikal bebas.
5. Warna Oranye
Untuk warna oranye alami, wortel dan labu kuning adalah pilihan yang sempurna. Keduanya mengandung beta-karoten yang sangat baik untuk kesehatan mata dan kulit. Tak hanya itu, bahan-bahan ini juga memperkaya rasa makanan.
Warna oranye yang dihasilkan dari wortel dan labu kuning pun cukup cerah, sehingga cocok diaplikasikan pada jus buah, cake, muffin, maupun mie homemade buatan sendiri.
6. Warna Biru
Pewarna alami berwarna biru memang cukup langka, namun bunga telang mampu menyediakannya dengan indah. Bunga ini tak hanya memberikan warna biru yang menenangkan, tetapi juga mengandung antosianin yang bermanfaat sebagai antioksidan alami.
Air rebusan bunga telang bisa langsung digunakan untuk membuat minuman dingin, es, nasi biru, bahkan agar-agar. Menariknya, warna biru dari bunga telang dapat berubah menjadi ungu jika dicampur dengan bahan asam seperti lemon.
Baca juga: 5 Ide Jualan Makanan 1000an dengan Modal Kecil dan Untung Besar
(NDA)
