6 Tarian Daerah Papua yang Memiliki Makna Mendalam

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Papua merupakan salah satu daerah di Indonesia yang kaya akan budaya dan tradisi. Salah satu keindahan seni yang menjadi warisan budaya secara turun temurun hingga kini adalah tarian daerah.
Tarian daerah Papua tidak hanya menjadi bagian dari hiburan semata, tetapi juga memiliki arti mendalam dalam kehidupan masyarakat. Artikel ini akan mengulas secara lengkap tarian daeral asal Papua beserta makna yang terkandung di dalamnya.
Tarian Daerah Papua
Tarian yang terdapat di daerah Papua sangat beragam karena budaya dan adat istiadatnya. Berdasarkan fungsinya, tarian Papua dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu tari untuk upacara, tari gembira atau tari pergaulan, serta tarian tontonan.
Mengutip dari buku dengan judul Seri Ensiklopedia untuk Anak Indonesia: Indahnya Pulau Papua karya Slamet Riyanto dan Agustina Fenny Ikasari, tarian papua yang menyuguhkan berbagai makna dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
1. Tari Sajojo
Tari Sajojo merupakan salah satu tarian yang cukup populer di Papua. Tarian ini menggambarkan tarian pergaulan di berbagai suku di daerah Papua. Tarian ini juga dikenal sebagai tarian penyambut tamu yang dipertunjukkan ketika adanya sebuah acara penyambutan.
2. Tari Musyoh
Tari Musyoh termasuk kumpulan tarian dari Papua yang dianggap sakral. Banyak kepercayaan akan mitos dari Tari Musyoh sehingga tari ini hanya ditampilkan pada momen tertentu.
Berdasarkan kepercayaan penduduk Papua, Tari Musoh ini dapat mengusir arwah yang tak tenang atau gentayangan. Semua penduduk Papua sangat percaya jika seseorang yang meninggal secara tragis, arwahnya tidak akan tenang.
3. Tari Selamat Datang
Tari Selamat Darang adalah tari yang mempertunjukkan kegembiraan hati penduduk dalam menyambut para tamu yang dihormati. Tarian ini mempunyai karakter yang hampir sama dengan Tari Sajojo, yaitu tidak mengandung unsur magis dan dianggap sakral.
Umumnya penariknya adalah pria dan dilakukan secara bersama-sama. Selain memakai pakaian adat, mereka membawa alat musik bernama tifa. Genderang kecil ini dipukul seirama dengan gerakan penarinya.
Baca Juga: Kemampuan Spiritual Suku Dayak untuk Menjinakkan Binatang Liar
4. Tari Perang
Tarian Perang bermakna jiwa kepahlawanan masyarakat Papua. Tarian ini menceritakan bagaimana para leluhur yang telah berjuang dalam melindungi keutuhan suatu kelompok, suku, atau golongan.
Gerakan dalam tari ini pun sangat didominasi dengan keterampilan dalam menggunakan senjata. Tarian ini menjadi salah satu kekayaan seni budaya Indonesia dan menjadi daya tarik para wisatawan domestik maupun mancanegara.
5. Tari Suanggi
Tari Suanggi merupakan tarian yang mengisahkan seorang suami ditinggal mati istrinya. Dalam tarian ini dikisahkan juga bahwa sang isti menjadi gentayangan dan menganggu orang-orang yang ada di sekitarnya.
Pria tersebut kemudian melakukan ritual guna menenangkan arwah gentayangan ini. Ritual tersebut akhirnya berkembang menjadi sebuah tarian.
6. Tari Cendrawasih
Tari Cendrawasih dikenal dengan juga nama Tari Mambesak. Tarian ini menggambarkan kekayaan satwa di Papua. Dalam tarian ini para penari seolah-olah melakukan gerakan seperti terbang, bertengger, dan merentangkan tangan.
Tari ini lebih berkonsentrasi pada gerakan tangan yang menggambarkan kepakan sayap burung cendrawasih yang menjadi maskot Pulau Papua.
(SA)
