7 Akibat dari Sungai yang Kotor dan Dampaknya terhadap Warga Sekitar

·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sungai adalah sumber air di daratan yang bermuara ke laut atau ke danau yang biasanya dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk keperluan sehari-hari. Sungai menjadi sumber air yang digunakan untuk kebutuhan hidup manusia seperti memasak, minum, mandi. Jika sungai tercemar maka dampaknya akan sangat merugikan bagi manusia yang tinggal di sekitarnya. Sayangnya, kita telah banyak mendengar pencemaran sungai di mana-mana yang menyebabkan air sungai menjadi kotor dan berdampak buruk bagi kesehatan. Penyebab pencemaran sungai adalah limbah dan sampah yang dibuang ke sungai. Apa saja limbah dan sampah tersebut? Apa saja dampak yang dialami warga sekitar sungai akibat pencemaran tersebut.
Penjelasan mengenai pencemaran sungai, macam-macam pencemaran sungai, dan dampaknya ini bersumber dari buku Seluk Beluk Sungai oleh Fajar nugroho dan Panca Ratna Sari (2017: Hlm 36-61).
Pencemaran Sungai
Pencemaran air sungai adalah pencemaran yang terjadi di perairan sungai. Pencemaran terjadi akibat ulah manusia yang menyebabkan air sungai menjadi kotor dan tidak dapat menjadi murni kembali.
Beberapa indikator air sungai yang telah tercemar antara lain
Adanya perubahan suhu air: air yang panas apabila dibuang langsung ke lingkungan akan mengganggu kehidupan hewan air dan mikroorganisme lainnya
Adanya perubahan pH atau konsentrasi Ion Hydrogen: air normal yang memenuhi syarat untuk suatu kehidupan mempunyai pH yang berkisar antara 6,5 - 7,5
Adanya perubahan warna, bau, dan rasa pada air: air dalam keadaan normal dan bersih pada umumnya tidak akan berwarna, sehingga tampak bening dan jernih. Timbulnya bau pada air juga menjadi salah satu indikator air telah tercemar dan jika air memiliki rasa berarti telah terjadi penambahan material pada air dan mengubah konsentrasi ion hydrogen dan pH air.
Macam-Macam Limbah Pencemaran
Penyebab pencemaran air paling banyak adalah limbah. Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik pabrik atau domestik (rumah tangga). Ada tiga jenis limbah yaitu, limbah pabrik, limbah rumah tangga, dan limbah pertanian.
Limbah Pertanian
Salah satu penyebab pencemaran air yang paling dikenal adalah akibat penggunaan zat kimia pemberantas hama DDT. DDT atau pestisida digunakan petani untuk mengusir dan membunuh hama yang menyerang lahan pertanian. DDT digunakan supaya hama yang ada dalam tanaman pergi atau mati dan tanaman terhindar dari penyakit. Namun, di sisi lain penggunaan DDT atau pestisida dapat menyebabkan air dan tanah tercemar.
Limbah Industri dan Pabrik
Ada 3 macam limbah pabrik atau industri berdasarkan karakteristik
Limbah cair: limbah industri yang mencemari air dapat berupa polutan sampah organik dan anorganik. Polutan berasal dari pabrik pengolahan hasil ternak, polutan logam berat, dan polutan panas yang antara lain berasal dari air pendingin industri. Sebagian besar industri membuang limbah cairnya ke perairan sungai tanpa diolah terlebih dahulu.
Limbah udara dan gas: biasa kita lihat pada cerobong asap di pabrik-pabrik. Asap yang mengepul dari cerobong tersebut adalah limbah berupa udara atau gas.
Limbah padat: limbah hasil pembuangan industri berupa padatan, lumpur, bubur yang berasal dari sisa proses pengolahan
Limbah Domestik (rumah tangga)
Limbah domestik atau limbah rumah tangga terdiri dari limbah organik dan limbah anorganik. Umumnya limbah domestik dibuang secara sembarangan dan tidak terkontrol, sehingga terakumulasi atau menumpuk sehingga mengakibatkan pencemaran lingkungan. Di perkotaan sering ditemukan sampah yang menumpuk di sungai karena dibuang sembarangan. Jika sampah masih mempunyai nilai ekonomis, seperti kertas dan plastik, sebaiknya dipilah dan didaur ulang. Saat ini telah banyak lembaga yang menyediakan solusi pengelolaan sampah seperti waste4change.
Dampak Sungai Kotor Akibat Pencemaran
Ada banyak dampak negatif akibat sungai kotor karena pencemaran. Tidak hanya dirasakan warga sekitar namun juga pada ekosistem di sungai.
Sampah plastik tidak mudah terurai. Plastik dalam air akan terpecah-pecah bahkan sampai tingkat molekuler namun tetap polimer. Ketika partikel plastik mengembang hingga seukuran zooplankton dan dikonsumsi hewan, makan akan membahayan kewan tersebut karena beracun. Bahan beracun yang digunakan dalam pembuatan bahan plastik dapat terurai dan masuk ke lingkungan ketika terkena air. Racun ini bersifat hidrofobik (berikatan dengan air) dan menyebar di permukaan sungai sehingga dapat membahayan hewan-hewan yang ada di sekitar sungai.
Limbah bekas cucian, atau air yang tercampur deterjen bekas cucian dapat mengakibatkan eutrofikasi yaitu perairan menjadi terlalu subur sehingga menyebabkan ledakan jumlah alga dan fitoplankton yang saling berebut cahaya untuk fotosintesis. Karena terlalu banyak alga, maka fitoplankton di bagian bawah akan mengalami kematian secara massal. Selain itu akan terjadi kompetisi dalam mengkonsumsi oksigen sehingga menyebabkan kematian massal hewan-hewan di perairan tersebut.
Sampah yang menumpuk dan tidak terkontrol dapat menarik mikroorganisme atau hewan seperi lalat yang dapat menimbulkan penyakit. Penyakit yang ditimbulkan antara lain: kolera, demam berdarah, diare, jamur, tifus,
Penggunaan pestisida dapat menyebabkan rusaknya ekosistem. Air yang tercampur pestisida jika mengalir ke sungai maka hewan yang ada di sungai akan mati karena meminum air yang sudah tercemar tersebut.
Selain itu, apabila masuk ke tubuh manusia akan menimbulkan efek yang membahayakan kesehatan, seperti menimbulkan otot kejang, otot lemah, kelumpuhan, dapat pula menimbulkan penyakit kanker dalam tubuh.
Limbah pabrik jika dibuang ke sungai akan merusak ekosistem sungai dan menyebabkan ikan-ikan mati. Air sungai juga tidak dapat dimanfaatkan lagi sehingga merugikan warga yang tinggal di sekitar pabrik
Limbah pabrik yang dibuang ke sungai jika meresap ke sumur warga dan kemudian diminum akan mengakibatkan gangguan pada organ dalam seperti ginjal, hati, dan sebagainya.
Itulah penjelasan mengenai pencemaran sungai serta dampaknya pada warga sekitar dan hewan-hewan di dalam sungai. Kita sudah mengetahui mengenai dampak negatif pencemaran sungai. Sungai telah memberikan banyak manfaat bagi kita semua. Oleh karena itu mari kita jaga sungai bersama-sama dengan tidak membuat sampah sembarangan. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan mengenai lingkungan.(IND)
