7 Contoh Sikap yang Menunjukkan Pengamalan Sila Kedua Pancasila

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai ideologi bangsa Indonesia, Pancasila memuat pandangan hidup masyarakat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satunya dalam sila kedua Pancasila yang berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradap”. Dalam meneladaninya, ada 7 contoh sikap yang menunjukkan pengamalan sila kedua Pancasila.
7 Contoh Sikap Pengamalan Sila Kedua Pancasila
Pancasila dijadikan sebagai lambang dan ideologi bangsa Indonesia ketika Ir. Soekarno berpidato pada sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945. Dalam pidato tersebut, konsep dan rumusan awal Pancasila pertama dikemukakan. Panca berarti lima dan sila memiliki arti asas atau dasar. Selain itu, Pancasila termuat dalam alinea terakhir pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Sila kedua pancasila memiliki makna persamaan derajat dan saling menghormati orang lain. Negara Indonesia menjunjung tinggi keadilan dan perbedaan ras, golongan, suku, dan budaya bagi para warganya yang ada dalam Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945, tertulis:
Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan, dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.”
Berikut contoh sikap pengamalan sila kedua Pancasila yang dikutip dari buku berjudul Ragam Tulisan Tentang Pancasila karangan Ina Magdalena, dkk (2019: 30).
Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.
Menghormati orang tua, menyayangi saudara, dan berbuat baik kepada tetangga serta mau membantu kesulitan mereka.
Bertindak adil dalam memecahkan masalah tanpa memandang ras, suku, agama, golongan, dan status sosial.
Memiliki rasa empati terhadap orang lain yang sedang kesusahan, terutama di masa pandemi atau korban bencana.
Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabat sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa.
Di lingkungan sekolah untuk menghormati guru dan teman, saling tolong menolong jika terdapat teman yang mengalami kesulitan.
Manusia adalah makhluk yang sama. Tidak ada manusia yang lebih tinggi maupun lebih rendah. Dari sila kedua Pancasila mengajarkan bangsa Indonesia untuk saling bertindak adil dan mengakui persamaan derajat. (MZM)
