Konten dari Pengguna

Akar Cabang pada Tumbuhan Dikotil Muda Tumbuh dari Daerah Ini

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi akar tumbuhan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi akar tumbuhan. Foto: Pexels

Akar pada tumbuhan dikotil tersusun atas berbagai jenis lapisan dengan fungsi yang beragam. Salah satu lapisan jaringan yang penting dalam anatomi tumbuhan dikotil adalah perisikel.

Perisikel berfungsi dalam pertumbuhan sekunder dan pertumbuhan akar ke samping. Jaringan ini juga berperan dalam pembentukan cabang akar.

Dengan kata lain, akar cabang pada tumbuhan dikotil muda tumbuh dari daerah perisikel. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai perisikel pada akar tumbuhan dikotil, simak uraian pada artikel berikut.

Mengenal Perisikel pada Tumbuhan Dikotil

Ilustrasi akar tumbuhan. Foto: Pexels

Perisikel atau perikambium merupakan lapisan terluar dari silinder pusat yang terdiri dari satu atau beberapa lapisan sel. Pada perkembangan selanjutnya sel-sel perisikel yang letaknya segaris dengan xilem ini dapat berubah menjadi jaringan meristem.

Sel-sel tersebut membelah ke arah luar dan membentuk cabang akar. Oleh karena pembentukan cabang akar dimulai dari silinder pusat, pertumbuhan cabang akar bersifat endogen (pertumbuhan dari dalam ke luar).

Pada akar dikotil, daerah perisikel berperan dalam pembentukan rambut-rambut atau cabang akar. Namun, lapisan perisikel pada akar dikotil hanya tersusun atas satu lapis jaringan. Hal ini mengakibatkan akar tunggang pada dikotil hanya mememiliki sedikit percabangan.

Sementara itu, akar monokotil memiliki perisikel yang terdiri dari dua atau tiga lapis jaringan sehingga memungkinkan terbentuknya cabang akar yang berjumlah banyak.

Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Sumber Energi Panas? Ini Penjelasannya

Struktur Anatomi Akar Tumbuan Dikotil

Ilustrasi akar tumbuhan. Foto: Pexels

Susunan anatomi akar berbeda dari daun dan batang. Susunan akar disesuaikan dengan fungsi akar, yaitu sebagai penancap pada tanah, serta penyerap air dan zat hara.

Akar tumbuhan dikotil mengalami pertumbuhan sekunder akibat akivitas kambium. Ini biasanya akan diikuti oleh pertumbuhan kambium gabus dari perisikel sehingga terjadi lapisan gabus yang mengelilingi akar.

Dalam keadaan pertumbuhan primer akar tersusun atas jaringan epidermis, korteks, endodermis, perisikel, serta jaringan pengangkut. Mengutip dari buku Kultur Jaringan Tanaman Solusi Perbanyakan Tanaman Budi Daya karya Zulkarnain, berikut struktur anatomi akar.

1. Epidermis

Sel-sel epidermis akar berdinding tipis dan biasanya tidak memiliki kutikula. Ciri khas dari epidermis akar adalah pembentukan rambut akar. Organ ini disesuaikan dengan fungsinya untuk mengambil air dan garam mineral dari dalam tanah.

2. Korteks

Korteks adalah daerah yang terdiri dari sel-sel parenkim berdinding tipis, satu sama lainnya tergabung agak longgar, dan rongga udara interseluler yang besar. Sel-sel korteks diisi butir-butir pati, terutama pada bagian akar yang lebih tua.

3. Endodermis

Endodermis merupakan lapisan korteks paling dalam dan biasanya merupakan lapisan yang berkembang dengan baik. Lebarnya hanya satu lapis sel dan sel-selnya dicirikan oleh suatu penebalan yang menyerupai pita pada dinding radial atau disebut pita Caspari.

4. Stele (Silinder Pusat)

Di sebelah dalam endodermis, terdapat daerah silinder pusat. Silinder pusat menempati bagian tengah akar. Silinder pusat meliputi jaringan pembuluh primer yang dikelilingi oleh kumpulan sel yang bernama jaringan perisikel.

Pada bagian dalam perisikel, terdapat jaringan sekunder berkas pembuluh floem dan xilem. Floem dan xilem sekunder dibentuk oleh kambium vaskular dan akan menyebabkan lebar diameter akar bertambah.

(SA)