Alasan Perbedaan Aktivitas Penduduk di Daerah yang Bentuk Muka Bumi Berbeda

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kamu bertanya, "Mengapa terjadi perbedaan aktivitas penduduk di daerah yang keadaan bentuk muka buminya berbeda?" Kalau iya, sebentar lagi kamu akan memperoleh jawabannya.
Keadaan bentuk muka bumi disebut sebagai keadaan fisiografis (cabang ilmu geografi yang mempelajari suatu daerah berdasarkan segi fisiknya).
Keadaan Fisiografis Indonesia
Berdasarkan buku Ilmu Pengetahuan Sosial, Sugiharsono, dkk., (2008:2), keadaan fisiografis Indonesia meliputi pantai, dataran rendah, dataran tinggi, dan pegunungan, berikut penjelasannya:
Pantai
Pantai merupakan dataran yang berbatasan langsung dengan lautan dan berbentuk landai (semakin mendekati laut, akan semakin sama rata dengan laut). Suhu di pantai pada siang hari sangat panas dengan angin yang cukup kencang. Sedangkan pada malam hari, suhunya cenderung turun menjadi normal.
Para penduduk yang mendiami dataran pantai umumnya beraktivitas utama sebagai nelayan. Hal itu terjadi karena dekatnya tempat tinggal mereka ke lautan.
Dataran Rendah
Dataran rendah adalah permukaan bumi yang terletak di ketinggian 0 sampai 200 meter di atas permukaan laut. Penduduk yang menghuni daerah ini umumnya beraktivitas utama sebagai petani yang menanam padi, tidak bisa menanam stroberi atau teh, karena cuacanya kurang sejuk.
Hal itu terjadi karena para penduduk di dataran rendah mudah untuk melakukan pergerakan atau perpindahan dari satu tempat ke tempat lainnya. Selain itu, tanah yang berada di dataran rendah juga memiliki kesuburan yang sangat cocok untuk kegiatan pertanian.
Suhu di dataran rendah juga normal, tidak terlalu panas seperti pantai dan tidak terlalu dingin seperti dataran tinggi atau bahkan pegunungan, jadi membuat para penduduknya nyaman untuk melakukan pergerakan.
Dataran Tinggi
Dataran tinggi adalah dataran yang memiliki ketinggian 400 meter di atas permukaan laut. Aktivitas utama yang dilakukan para penduduknya adalah berkebun stroberi atau teh, karena tanahnya yang subur dan cuacanya yang sejuk sangat mendukung kegiatan tersebut.
Selain itu, karena wilayahnya cukup sejuk (meskipun tidak sedingin pegunungan), dataran tinggi juga sering dijadikan sebagai objek wisata alam. Contohnya dataran tinggi Dieng di Jawa Tengah, Indonesia. Dengan begitu, penduduk setempat bisa membuka penginapan dan restoran atau menjadi tour guide.
Pegunungan
Dataran pegunungan di Indonesia memiliki ketinggian lebih dari 600 meter di atas permukaan laut. Material gunung berapi dapat menyuburkan tanah, didukung dengan cuaca yang sejuk, tanah pegunungan dapat dimanfaatkan oleh para penduduknya sebagai lahan perkebunan teh atau stroberi.
Selain itu, mereka juga bisa menjadikan dataran pegunungan sebagai tempat wisata, sehingga bisa mencari nafkah dari usaha menjadi tour guide atau membuka penginapan.
Namun, daerah pegunungan sangat rentan terdampak oleh bencana alam, terutama letusan gunung. Oleh karena itu, para penduduk pegunungan harus siap sedia jika terjadi bencana alam.
Mengapa Terjadi Perbedaan Aktivitas Penduduk di Daerah yang Keadaan Bentuk Muka Buminya Berbeda?
Nah, dari penjelasan di atas, dapat kita pahami bahwa terjadinya perbedaan aktivitas penduduk di daerah yang keadaan bentuk muka buminya berbeda disebabkan oleh keharusan setiap penduduk untuk beradaptasi dengan keadaan tanah, peluang, dan cuaca dataran yang dihuni.
Sekarang kamu sudah paham mengapa terjadi perbedaan aktivitas penduduk di daerah yang keadaan bentuk muka buminya berbeda, kan?(BRP)
