Konten dari Pengguna

Allahu Akbar Kabiro dalam Bacaan Sholat

Berita Update

Berita Update

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ibadah Sholat sumber ilustrasi: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ibadah Sholat sumber ilustrasi: Freepik

Bagi umat muslim yang rutin menunaikan ibadah sholat, bacaan “Allahu akbar kabiro” tentu sudah tidak asing lagi untukmu bukan? Pasalnya kalimat tersebut merupakan bagian dari bacaan dalam sholat yang rutin kita bacakan.

Allahu akbar kabiro dalam bacaan sholat sendiri biasa kita kenal dengan sebutan doa Iftitah yakni doa yang kerap kita baca setelah membaca takbiratul ikhram atau sebelum membaca surat Al Fatihah. Bacaan ini sendiri bukan termasuk syarat sah atau syarat wajib dalam sholat karena sifatnya sunnah untuk dibaca.

Meskipun termasuk bacaan yang sunnah, namun ada yang menyebut pula bahwa bacaan doa iftitah perlu untuk dilafalkan agar rangkaian ibadah sholat tersebut semakin sempurna dan diridhoi oleh Allah SWT.

Bacaan Sholat Lengkap Allahu Akbar Kabiro dalam Doa Iftitah

Walaupun umat muslim sudah familiar dengan bacaan Allahu Akbar Kabiro dalam doa Iftitah, namun apakah kamu sudah tahu apa arti atau terjemahan dari bacaan tersebut? Jika belum, simak bacaan doa serta terjemahannya di bawah ini ya!

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ .

“Allaahu akbaru Kabiraa Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.”

Artinya: “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri).”

Meski membaca Allahu akbar kabiro atau doa iftitah bersifat sunnah, namun tidak ada salahnya untuk tetap melafalkan bacaan tersebut sangan mengerjakan sholat bukan? Semoga dengan tetap membaca doa iftitah dan bacaan sunnah dalam sholat lainnya, kekurangan dalam setiap sholat kita bisa disempurnakan dan diahmati oleh Allah SWT. (HAI)