Konten dari Pengguna

Apa Benua yang Penduduknya Bertambah dari Migrasi Masuk?

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Benua yang Pertambahan Penduduknya Lebih Banyak karena Migrasi Masuk adalah Benua Eropa?, Foto: Unsplash/Andrew Stutesman
zoom-in-whitePerbesar
Benua yang Pertambahan Penduduknya Lebih Banyak karena Migrasi Masuk adalah Benua Eropa?, Foto: Unsplash/Andrew Stutesman

Pertambahan penduduk suatu benua bisa terjadi karena kelahiran dan/atau migrasi masuk. Berdasarkan laporan Migrasi Internasional PBB, benua yang pertambahan penduduknya lebih banyak karena migrasi masuk adalah benua Eropa.

Berkat hal itu, benua Eropa dijuluki sebagai benua migrasi. Mengapa setiap tahunnya ada banyak migrasi masuk ke benua Eropa? Simak penjelasannya di bawah ini.

Mengapa Benua yang Pertambahan Penduduknya Lebih Banyak karena Migrasi Masuk adalah Benua Eropa?

Benua yang Pertambahan Penduduknya Lebih Banyak karena Migrasi Masuk adalah Benua Eropa?, Foto: Unsplash/Alice

Migrasi masuk adalah masuknya penduduk dari daerah lain ke suatu daerah yang dituju (area of destination).

Sebagian besar penduduk yang bermigrasi ke Eropa berasal dari tanah timur tengah, seperti Suriah, Afghanistan, dan berbagai negara sekitarnya.

Eropa menjadi benua dengan daya tarik luar biasa bagi para imigran, karena menjanjikan kehidupan yang jauh lebih baik daripada negaranya sendiri. Hal itu tentu saja menjadi faktor penarik migrasi dari berbagai negara.

Apalagi alasan sang imigran masuk ke Eropa dikarenakan keadaan di negaranya yang sangat buruk, seperti terjadinya kelaparan dan peperangan.

Benua Eropa juga mudah dijangkau, baik lewat jalur darat maupun udara. Hal itu tentu semakin mendorong para imgiran untuk turut menghuni benua Eropa.

Selain itu, para warga Eropa memiliki gaya hidup yang lebih bebas dan cenderung aman. Meskipun bukan merupakan faktor utama, tetapi hal itu juga menarik bagi sebagian warga yang selama hidupnya tinggal di negara yang bergejolak tanpa kebebasan dan rasa aman.

Warga dari Afrika Barat cukup mendominasi migrasi masuk ke benua Eropa dan caranya tidak selalu legal.

Banyak dari mereka yang memandang kekacauan di negara asal sebagai suatu kesempatan untuk bisa bermigrasi secara ilegal: pos-pos perbatasan yang tidak dijaga, pantai yang kosong, dan peperangan yang kunjung usai membuat aparat lengah untuk mengawasi perbatasan.

Sebagian besar warga Afrika Barat meninggalkan negara asal, karena alasan ekonomi. Kebanyakan dari mereka adalah pria lajang yang berusia 20-an tahun.

Meskipun telah berusaha keras untuk bertahan hidup di Eropa dan 'kabur' dari aparat yang berwenang, tetapi apabila seorang imigran gelap tertangkap oleh aparat berwenang, maka ia akan dideportasi ke negaranya dan sangat mungkin masuk daftar hitam selama beberapa waktu. (BRP)