Konten dari Pengguna

Apa Itu Istiqomah? Inilah Pengertian dan Bentuk Dalilnya dalam Ajaran Islam

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu istiqomah. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Apa itu istiqomah. Sumber: unsplash.com

Bagi sebagian umat muslim pasti bertanya-tanya apa itu istiqomah. Sebab, tidak dipungkiri jika istilah yang satu ini memang sering diucapkan oleh umat muslim dalam berbagai kesempatan. Namun, nyatanya masih belum banyak orang yang mengetahui arti daripada kata istiqomah tersebut. Jadi, bagi Anda yang ingin tahu lebih banyak tentang istiqomah dalam ajaran Islam, simak artikel ini sampai akhir, ya.

Pengertian Istiqomah dan Bentuk Dalilnya dalam Ajaran Islam

Apa itu istiqomah. Sumber: unsplash.com

Jadi, apa itu istiqomah? Mengutip dari buku Istiqomah Until Husnul Khotimah karya Ririn Astutiningrum, Umar Habib, dan Ardiansyah (2018), pengertian istiqomah adalah lurus, benar, dan tetap pendirian. Namun, dalam bahasa Arab, istiqomah juga dapat berarti sekumpulan manusia.

Sedangkan beberapa sahabat Nabi Muhammad SAW juga pernah mengemukakan tentang definisi istiqomah ini. Menurut Abu Bakar As-Shiddiq, istiqomah adalah kemurnian tauhid yang mana seseorang tidak diperbolehkan untuk menyekutukan Allah SWT dengan siapapun. Sedangkan menurut Umar bin Khattab, istiwomah merupakan komitmen terhadap perintah dan larangan serta tidak boleh menipu.

Tentu saja bentuk istiqomah dalam ajaran Islam sangat beragam. Oleh karena itulah, kita sebagai umat muslim wajib mengetahuinya. Beberapa bentuk dari istiqomah antara lain istiqomah lisan, sikap perbuatan, dan hati.

Berkaitan dengan istiqomah, dalam Alquran telah disebutkan beberapa ayat terkait dengan istilah. Salah satunya dalam Surat Asy Syura ayat 15 yang artinya sebagai berikut.

“Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu. Allah lah Tuhan Kami dan Tuhan kamu. bagi Kami amal-amal Kami dan bagi kamu amal-amal kamu. tidak ada pertengkaran antara Kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah kembali."

Kemudian hadits riwayat At Tirmidzi juga pernah menyebutkan tentang istiqomah yang berbunyi, “Apabila anak Adam berada pada waktu pagi, anggota-anggota tubuhnya tunduk kepada lisan dan berkata,”bertakwalah kepada Allah dalam memimpin kami karena sesungguhnya kami adalah pengikutmu, jika kamu menempuh jalan yang lurus (beristiqamah), kami juga menempuh jalan yang lurus, dan jika kamu menempuh jalan yang bengkok, kami juga menempuh jalan yang bengkok.”

Semoga bermanfaat. (Anne)