Konten dari Pengguna

Apa Itu Konjungsi Temporal? Ini Pengertian, Fungsi, Ciri, dan Jenisnya

30 Januari 2025 10:24 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi konjungsi temporal. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi konjungsi temporal. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Dalam bahasa Indonesia, kalimat yang menyatakan dua waktu atau persitiwa berbeda perlu menggunakan konjungsi temporal. Apa itu konjungsi temporal?
ADVERTISEMENT
Merujuk E-Modul Bahasa Indonesia kelas XI terbitan Kemdikbud, konjungsi temporal adalah kata hubung untuk menyatakan hubungan waktu dalam sebuah kalimat.
Konjungsi temporal berfungsi untuk menunjukkan urutan atau keterkaitan waktu antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya. Untuk lebih memahami apa itu konjungsi temporal, simak uraian selengkapnya di bawah ini.

Fungsi Konjungsi Temporal

Ilustrasi konjungsi temporal. Foto: Pixabay
Berdasarkan informasi dalam Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya berjudul "Penggunaan Konjungsi Subordinatif Kausal dan Temporal dalam Teks Berita", fungsi konjungsi temporal dalam sebuah teks, antara lain:
ADVERTISEMENT

Ciri-ciri Konjungsi Temporal

Ilustrasi seorang perempuan sedang membaca ciri-ciri konjungsi temporal. Foto: Unsplash.com/Priscilla Du Preez
Masih dari sumber yang sama, Jurnal bertajuk Penggunaan Konjungsi Subordinatif Kausal dan Temporal dalam Teks Berita, berikut beberapa ciri dari konjungsi temporal:

1. Menghubungkan kalimat yang berkaitan unsur waktu

Ciri yang satu ini adalah ciri utama konjungsi temporal. Hal ini karena konjungsi temporal tak bisa digunakan pada kalimat yang tak memiliki unsur waktu

2. Berfungsi sebagai subjungtif

Subjungtif adalah suatu modus yang menyatakan kemungkinan yang objektif. Artinya, penggunaan konjungsi temporal dalam suatu kalimat berfungsi agar kalimat yang ditulis memiliki makna yang lengkap, koheren, dan mudah dipahami.

3. Menjadi penghubung kalimat utama dan kalimat induk

Konjungsi temporal bisa menjadi pengait antara satu kalimat dengan kalimat lainnya. Dengan begitu, pembaca bisa dengan mudah memahami hubungan kedua kalimat tersebut.
ADVERTISEMENT

4. Bersifat fleksibel

Maksud dari fleksibel adalah konjungsi temporal dapat diletakkan di mana saja, baik di awal, tengah, maupun akhir. Penempatan tersebut menyesuaikan maksud dan tujuan dari kalimat yang ditulis.

Jenis-jenis Konjungsi Temporal

Ilustrasi konjungsi temporal. Foto: Pixabay
Dalam bahasa Indonesia, konjungsi temporal sering digunakan dalam teks narasi, prosedur, dan deskripsi untuk memperjelas kronologi suatu kejadian.
Mengutip buku Cara Mudah Memahami Teks Prosedur karya Ade Novita Sari, Konjungsi temporal dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

1. Konjungsi Temporal Sederajat

Konjungsi temporal sederajat adalah kata hubung yang menghubungkan dua klausa atau kalimat yang memiliki kedudukan setara. Konjungsi ini tidak mengubah makna atau fungsi dari klausa yang dihubungkan. Contoh konjungsi temporal sederajat:
Contoh kalimatnya:
ADVERTISEMENT

2. Konjungsi Temporal Bertingkat

Konjungsi temporal bertingkat menghubungkan dua klausa dengan kedudukan yang berbeda. Misalnya, ketika satu klausa menjadi utama dan lainnya menjadi anak kalimat.
Konjungsi ini menunjukkan hubungan waktu yang lebih kompleks dalam suatu peristiwa. Contoh konjungsi temporal bertingkat, di antaranya:
Contoh kalimat:
(NDA)