Apa itu PMK Sapi? Ini Penjelasan Lengkapnya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Akhir-akhir ini mungkin Anda cukup sering mendengar istilah PMK sapi di banyak kanal-kanal informasi maupun media sosial. Penyakit yang menyerang hewan ternak ini memang sedang cukup menggemparkan dunia peternakan di Indonesia. Tapi apakah sebenarnya yang dimaksud dengan PMK sapi? Sebelum memahami apa itu PMK sapi, perlu diketahui bahwa pada dasarnya jenis penyakit ini bisa menyerang hewan ternak lain, seperti domba, kambing, atau babi.
Apa itu PMK Sapi?
Jadi, apa itu PMK sapi? PMK merupakan singkatan dari penyakit mulut dan kuku.
Seperti dikutip dari buku SAPI, Tim Penulis Agriflo(2012), penyakit ini dikenal juga dengan nama Foot and Mouth Disease (FMD) dan Apthtae Epizooticae yang merupakan penyakit hewan menular bersifat akut yang disebabkan virus.
Perlunya Waspada pada PMK Sapi
Penyakit ini dapat menyebar dengan sangat cepat mengikuti arus transportasi daging dan ternak terinfeksi.
Menimbulkan kerugian ekonomi yg sangat besar (penurunan berat badan permanen)
Pengendaliannya sulit dan kompleks karena membutuhkan biaya vaksinasi yang sangat besar serta pengawasan lalu lintas hewan yang ketat.
Indonesia rawan adanya penyelundupan hewan ternak dan bahan asal hewan (daging, kulit, dll.) dari negara Endemis PMK seperti India, Brasil, Malaysia, Thailand, dan sekitarnya.
Penyebab PMK Sapi
Virus tipe A dari family Picornaviridae, genus Apthovirus.
Masa inkubasi 2-14 hari (masa sejak hewan tertular penyakit sampai timbul gejala penyakit)
Cara Penularan PMK Sapi
Kontak langsung maupun tidak langsung dengan hewan penderita (droplet, leleran hidung, serpihan kulit).
Vektor hidup (terbawa manusia, dll)
Bukan vektor hidup (terbawa mobil angkutan, peralatan, alas kandang dll.)
Tersebar melalui angin, daerah beriklim khusus (mencapai 60 km di darat dan 300 km di laut).
Gejala Klinis PMK Sapi
Pyrexia (demam) mencapai 41°C, anorexia (tidak nafsu makan), menggigil, penurunan produksi susu yang drastis pada sapi perah untuk 2-3 hari.
Sering menggosokkan bibir, menggeretakkan gigi, leleran mulut, suka menendangkan kaki
Setelah 24 jam: vesikula tersebut rupture/pecah setelah terjadi erosi.
Vesikula bisa juga terjadi pada kelenjar susu.
Pencegahan Sakit PMK
Perlindungan pada zona bebas dengan membatasi gerakan hewan, pengawasan lalu lintas dan pelaksanaan surveilans.
Pemotongan pada hewan terinfeksi, hewan baru sembuh, dan semua yang kemungkinan kontak dengan agen PMK.
Desinfeksi asset dan semua material yang terinfeksi
Musnahkan bangkai, sampah, dan semua produk hewan pada area yang terinfeksi.
Karantina.
Pengobatan dan Pengendalian PMK Sapi
Pemotongan dan pembuangan jaringan tubuh hewan yang terinfeksi.
Kaki yang terinfeksi di terapi dengan chloramphenicol atau bisa juga diberikan larutan cuprisulfat.
Injeksi intravena preparat sulfadimidine juga disinyalir efektif terhadap PMK.
Sapi yang terserang penyakit harus dipisahkan dari hewan yang sehat (dikandang karantina terpisah dari kandang hewan sehat).
Sapi yang tidak terinfeksi harus ditempatkan pada lokasi yang kering dan dibiarkan bebas jalan-jalan serta diberi pakan cukup untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.
Bagaimana? Sudah paham apa itu PMK sapi? Semoga dengan begini kita semua bisa menjadi lebih aware, ya. (DNR)
