Apa Itu Tinjauan Pustaka? Ini Pengertian, Fungsi, dan Cara Menyusunnya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam penelitian ilmiah, tinjauan pustaka merupakan salah satu bagian yang sangat penting. Tinjauan pustaka membantu peneliti memahami studi sebelumnya yang relevan dengan topik yang diteliti.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai apa itu tinjauan pustaka, fungsinya, serta cara menyusunnya yang bisa dijadikan sebagai acuan.
Pengertian Tinjauan Pustaka
Mengutip buku Karya Tulis Ilmiah oleh Ervina Waty, dkk., tinjauan pustaka adalah bagian dalam karya ilmiah yang berisi pembahasan mengenai teori, konsep, dan penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan topik penelitian.
Tujuan utama dari tinjauan pusataka, antara lain, untuk memberikan dasar teoritis bagi penelitian yang sedang dilakukan, serta menunjukkan bagaimana penelitian tersebut berhubungan dengan studi yang telah ada sebelumnya.
Tinjauan pustaka biasanya umum ditemukan dalam beragam karya tulis ilmiah seperti skripsi, tesis, disertasi, makalah, jurnal ilmiah, dan proposal penelitian.
Baca Juga: Contoh Kata Pengantar Skripsi dan Struktur Penulisannya
Fungsi Tinjauan Pustaka
Muhammad Muhyi et. al menerangkan dalam bukunya yang berjudul Metodologi Penelitian bahwa tinjauan pustaka memiliki beberapa fungsi penting dalam penelitian. Fungsi tersebut, di antaranya:
Menyediakan landasan teori = Tinjauan pustaka membantu peneliti memahami konsep dan teori yang relevan dengan penelitian yang dilakukan.
Mengidentifikasi penelitian sebelumnya = Dengan meneliti studi sebelumnya, peneliti dapat mengetahui kesenjangan penelitian yang bisa dijadikan dasar untuk penelitian baru.
Membantu menentukan metode penelitian = Studi terdahulu dapat memberikan wawasan tentang metode penelitian yang paling sesuai dengan topik yang diteliti.
Mencegah plagiarisme = Dengan meninjau dan mencantumkan sumber-sumber ilmiah, peneliti dapat menghindari plagiarisme dan memberikan penghargaan ke penelitian sebelumnya.
Menunjukkan relevansi penelitian = Tinjauan pustaka membantu memperjelas hubungan antara penelitian yang sedang dilakukan dengan penelitian sebelumnya.
Cara Menyusun Tinjauan Pustaka
Agar tinjauan pustaka tersusun dengan baik, berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan:
1. Menentukan Topik dan Kata Kunci
Sebelum mulai mencari sumber, tentukan terlebih dahulu topik utama penelitian dan kata kunci yang relevan.
Contoh:
Jika penelitian tentang "pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental," kata kunci yang dapat digunakan adalah media sosial, kesehatan mental, dampak media sosial, kecemasan digital, dan sebagainya.
2. Mencari dan Memilih Sumber yang Relevan
Gunakan sumber-sumber ilmiah seperti jurnal akademik, buku, skripsi, tesis, disertasi, atau laporan penelitian. Manfaatkan pangkalan data (database) seperti Google Scholar, ResearchGate, Scopus, atau Perpustakaan Nasional untuk mencari referensi yang kredibel.
3. Menganalisis dan Mengelompokkan Informasi
Setelah mengumpulkan sumber, analisis dan kelompokkan informasi berdasarkan tema atau variabel yang sama.
Contoh:
Jika topik penelitian tentang "efek media sosial terhadap kesehatan mental," hasil tinjauan pustaka bisa dikelompokkan berdasarkan:
1. Efek positif media sosial
2. Efek negatif media sosial
3. Faktor yang memengaruhi dampak media sosial
4. Menyusun Kerangka Tinjauan Pustaka
Susun tinjauan pustaka secara sistematis agar mudah dipahami. Biasanya, urutan yang digunakan dalam penyusunan adalah:
Pendahuluan = Menjelaskan pentingnya tinjauan pustaka dalam penelitian.
Kajian Teori = Menyajikan teori dan konsep yang relevan.
Penelitian Terdahulu = Menguraikan hasil penelitian sebelumnya dan bagaimana penelitian ini melengkapinya.
Kesimpulan = Ringkasan dari temuan tinjauan pustaka dan bagaimana relevansinya dengan penelitian yang dilakukan.
5. Mengutip Sumber dengan Benar
Pastikan setiap sumber yang digunakan dikutip dengan format yang sesuai, seperti APA Style, MLA, atau Chicago Style.
Contoh kutipan dalam format APA:
Smith, J. (2020). The Impact of Social Media on Mental Health. Journal of Psychology, 25(3), 45-67.
6. Menulis Tinjauan Pustaka Secara Jelas dan Objektif
Hindari menyusun tinjauan pustaka hanya sebagai daftar ringkasan penelitian lain. Sebaliknya, analisis secara kritis dan hubungkan dengan penelitian yang sedang dilakukan.
(NDA)
