Arti 4 Kalimat Mulia yang Paling Disukai oleh Allah SWT

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dzikir dengan 4 kalimat mulia dan penuh makna tentu sangat mudah. Saking ringannya, banyak orang yang justru tidak melafalkannya dalam keseharian. Padahal, jika memahami maksudnya, niscaya amalan dengan dzikir kalimat mulia tentu mendatangkan pahala yang berlimpah ruah.
4 Kalimat Dzikir Mulia untuk Allah
Buku berjudul Fiqih Doa dan Dzikir karya Abdul Razzak Ibnu Muhsin (Griya Ilmu: 2015) menjelaskan tentang empat kalimat yang disukai Allah.
Dari Samurah bin Jundub, Rasulullah bersabda,”Perkataan yang paling disukai Allah ada empat. Tidak ada mudharat bagimu memulai dari mana saja: subhanallah (Maha Suci Allah), walhamdulillah (dan segala puji bagi Allah), wa laa ilaaha illaAllah (dan tiada sembahan kecuali Allah), wallahu akbar (dan Allah Maha Besar).” (HR. Muslim)
Keutamaan Melafalkannya Setiap Hari
Betapa agungnya 4 kalimat pujian kepada Allah tersebut bila dilafalkan setiap hari. Lafal-lafal yang dipersembahkan untuk Allah tersebut dapat mengapus dosa-dosa para hamba Allah. Sesuai dengan kutipan hadist yang memiliki arti berikut ini.
“Tidaklah seseorang di muka bumi mengucapkan laa ilaaha illaAllah (dan tiada sembahan kecuali Allah), wallahu akbar (dan Allah Maha Besar), wa subhanallah (dan Maha Suci Allah), walhamdulillah (dan segala puji bagi Allah), melainkan dihapuskan darinya dosa-dosanya, sekalipun lebih banyak dari buih di lautan.” (HR. Tirmidzi)
Tak hanya itu, empat lafal mulia juga diibaratkan sebagai tanaman surga. Hal ini dipertegas dalam hadist berikut ini.
Dari Abdullah bin Mas’ud, Nabi bersabda: “Aku bertemu Ibrahim pada malam Isra’, beliau berkata,’Wahai Muhammad, sampaikan dariku salam kepada umatmu. Dan kabarkan bahwa surga bagus tanahnya, sejuk airnya, dan bahwa ia memiliki tanaman indah. Tanaman itu adalah subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illa Allah, wallahu akbar.’” (HR. Tirmidzi)
Lantunan dzikir dengan 4 kalimat mulia di atas bisa kamu lakukan setiap saat. Sempatkanlah sembari melakukan aktivitas harian seperti mencuci piring, menyapu lantai, memasak, dan lainnya.
Jangan remehkan amalan ringan, karena jika dikumpulkan maka akan menjadi berat pada akhirnya. Seperti pepatah, “Sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit.” Siapa yang tak ingin bukit pahala di akhirat? (ANG)
