Arti Bedes dalam Bahasa Gaul Jawa yang Sering Diucapkan ketika Jengkel

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa daerah yang cukup populer dikalangan masyarakat Indonesia. Saat ini bisa dilihat dari populernya lagu-lagu Jawa yang dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat di Indonesia. Seperti bahasa Indonesia ternyata bahasa Jawa juga memiliki bahasa gaulnya tersendiri. Bahasa gaul ini biasanya digunakan ketika percakapan dengan teman sebaya atau pada momen tertentu salah satunya adalah bedes.Lalu apa arti bedes dalam bahasa gaul Jawa yang sering diucapkan ketika jengkel? Berikut adalah ulasannya secara lengkap.
Arti Bedes
Sebelum masuk pada pembahasan mengenai arti bedes yang menjadi salah satu kata gaul dalam bahasa Jawa, kita pahami terlebih dahulu mengenai tingkatan dalam bahasa Jawa. Pasalnya dalam bahasa Jawa ada tingkatan penggunaan bahasa yang disesuaikan dengan siapa kita bicara. Sebagai contoh misalnya ketika bicara dengan orang tua kemudian menggunakan bahasa gaul akan dianggap tidak sopan, berbeda ketika berbicara dengan teman sebaya maka akan dianggap hal yang biasa.
Dikutip dari buku Kamus Praktis Berbahasa Jawa Keseharian karya KKN ABCD Insud, (2021) ada tiga tingkatan dalam bahasa Jawa yaitu ngoko, madya, dan inggil.
Ngoko merupakan salah satu tingkatan dalam bahasa Jawa yang digunakan dalam pergaulan teman sebaya, dan tidak disarankan dalam penggunanya jika berbicara kepada orang yang lebih tua.
Madya merupakan salah satu tingkatan dalam bahasa Jawa yang tingkatannya dibawah tingkatan bahasa Jawa inggil dan biasanya digunakan ketika berbicara kepada orang yang setingkat untuk menunjukan sikap yang lebih sopan.
Inggil merupakan salah satu tingkatan dalam bahasa Jawa yang digunakan pada saat berbicara kepada orang yang lebih tua untuk menunjukkan sikap sopan santun dan beretika.
Untuk kata bedes sendiri adalah salah satu kata yang sering diucapkan seseorang ketika dalam keadaan yang jengkel atau marah. Tentunya bedes masuk dalam tingkatan ngoko karena bisa dibilang sebagai kata yang kasar. Bedes sendiri bisa diartikan sebagai ejekan karena bedes merupakan nama lain dari hewan monyet.
Namun dalam bahasa Jawa kadang bedes dijadikan sebagai sapaan akrab dalam bahasa ngoko karena hampir sama dengan kata mendes dan gondes yang digunakan untuk menyapa teman sebaya.
Demikian pembahasan arti bedes dalam bahasa gaul Jawa yang termasuk dalam kelompok bahasa ngoko, jadi jangan digunakan untuk berbicara kepada yang lebih tua.(WWN)
