Konten dari Pengguna

Arti dan Filosofi Becik Ketitik Olo Ketoro

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

becik ketitik olo ketoro, sumber foto: (Muhammad Alwi Rizqillah) by Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
becik ketitik olo ketoro, sumber foto: (Muhammad Alwi Rizqillah) by Unsplash.com

Bagi masyarakat Jawa, tentu sudah tidak asing dengan kalimat becik ketitik olo ketoro. Kalimat tersebut merupakan salah satu filosofi dalam Bahasa Jawa yang sering dijadikan sebagai bahan refleksi atau perenungan.

Kalimat tersebut mengandung makna bahwa yang baik akan terbukti dan yang buruk akan ketahuan pada waktunya. Meskipun ditutupi serapat mungkin, segala perbuatan yang disembunyikan khelak akan diketahui oleh orang lain.

Arti Becik Ketitik Olo Ketoro

Becik ketitik olo ketoro mengandung arti “ Kebaikan kelihatan, keburukan ketahuan”. Kalimat tersebut mengandung pesan yang mendalam bagi siapa saja yang mendengarnya. Bahwa sebagai manusia, kita perlu berhati-hati dalam berucap, bertindak atau berperilaku.

sumber foto: (Muhammad Haikal Sjukri) by Unsplash.com

Dalam buku Kumpulan Lengkap dan Praktis Khutbah Jumat & Hari Besar Islam oleh Zaenudin Nur (2018) dijelaskan bahwa semua yang kita lakukan akan terlihat jika waktunya telah tiba. Kalimat Bahasa Jawa tersebut sekaligus menjadi peringatan agar kita selalu ingat bahwa Tuhan selalu mengawasi perbuatan manusia.

Filosofi Becik Ketitik Olo Ketoro

Filosofi becik ketitik ala ketara berfungsi agar manusia dapat mengendalikan moralnya, sehingga tidak mudah gegabah dalam mengambil tindakan. Sebab, setiap perbuatan baik dan buruk akan mendapatkan balasan.

Sederhananya, kebaikan dan keburukan akan berpulang kepada orang yang melakukannya. Jika berbuat baik, maka akan memperoleh balasan yang baik, begitu juga sebaliknya.

Purwakanthi Jawa

Becik ketitik olo ketoro merupakan salah satu purwakanthi atau rima dalam Bahasa Jawa. Purwa artinya awalan dan kanthi artinya mengulang.

Jika dilihat dari maknanya, purwakanthi merupakan suatu perkataan mengulang apa yang telah disebut di awal. Biasanya, purwakanthi berisi nasihat yang pembawaannya hampir mirip dengan gaya pantun atau peribahasan.

Selain indah didengar. Purwakhanti juga mempunyai filosofi yang dapat dijadikan sebagai ajaran dalam kehidupan manusia.

Meskipun hanya berupa kalimat singkat, namun kalimat bijak tersebut dapat membawa dampak yang besar bagi manusia yang menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat filosofi tersebut akan membantu kita untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam mengucap atau melakukan sesuatu.

(DLA)