Konten dari Pengguna

Arti dan Waktu yang Tepat untuk Mengucapkan Wallahualam

Berita Update

Berita Update

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Arti Wallahualam. Sumber: Abdullah Oguk-Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Arti Wallahualam. Sumber: Abdullah Oguk-Unsplash.com

Anda pasti pernah membaca atau mendengar kalimat Wallahualam. Namun, sudahkah Anda mengetahui arti dan makna dari kalimat tersebut? Untuk itu mari kita simak penjelasan singkatnya berikut ini.

Arti Wallahualam

Wallahualam sebenarnya merupakan sebuah kalimat Bahasa Arab. Kalimat ini biasa dibaca ketika seorang guru, penceramah, atau orang-orang yang membahas tentang ilmu agama saat menutup pembahasan mereka. Dilansir dari Islam.nu.or.id, arti dari Wallahu a’lam adalah hanya Allah yang lebih mengetahui. Adapun kalimat lengkap dari Wallahualam adalah . Kalimat lengkapnya adalah Wallahu a’lam bish-shawab yang artinya, “Hanya Allah yang lebih mengetahui kebenaran yang sebenarnya”.

Kemudian, ada pula maksud dari pengucapan Wallahu a’lam di akhir pembahasan tentang agama adalah sebagai pengakuan para ulama bahwa fatwa mereka berasal dari ilmu yang mereka peroleh dan ilmu-ilmu tersebut berasal dari Allah SWT. Lalu, apakah boleh orang biasa yang bukan guru agama, ulama, atau pendakwah mengucapkan Wallahualam?

Waktu untuk Mengucapkan Wallahualam

Jawabannya adalah boleh. Kalimat Wallahu a’lam bish-shawab bisa diucapkan oleh setiap umat muslim. Adapun waktu untuk mengucapkan kalimat ini adalah ketika ditanya oleh seseorang, tapi kita tak mengetahui jawabannya. Hal ini adalah pesan dari sahabat Nabi, Abdullah bin Mas’ud.

“Wahai manusia, barang siapa yang ditanya tentang suatu permasalahan ilmu kepadanya dan ia mengetahuinya maka hendaknya ia menjawabnya. Dan barang siapa yang tidak mengetahui jawabannya, hendaknya ia mengatakan Wallahu a’lam karena sesungguhnya sebagian dari ilmu adalah engkau mengatakan Wallahu a’lam terhadap sesuatu yang tidak engkau ketahui”. (Imam Ahmad bin Hanbal, Musnad Imam Ahmad bin Hanbal, Kairo: Muassasah ar-Risalah, 2001, vol. 7 hal. 180)

Supaya memiliki pemahaman yang baik maka kita perlu belajar. Agama Islam mewajibkan pemeluknya untuk menuntut ilmu. Ilmu tersebut akan diperoleh dengan cara belajar. Sebab dengan ilmu, manusia dapat menjadi hamba Allah yang beriman dan beramal saleh (Izzan dan Saehudin dalam Hadis Pendidikan, 2016: 83).

Adapun hadist yang mengatakan bahwa ilmu hanya diperoleh dengan belajar. Di dalam hadist tersebut, Rasulullah SAW bersabda,

Dari Abdurrahman bin Abu Bakar dari ayahnya, Nabi SAW bersabda: Barang siapa dikehendaki baik oleh Allah maka ia akan dikarunia kepahaman agama. Sesungguhnya ilmu itu hanya diperoleh dengan cara belajar”. (HR. Bukhari)

Semoga kita menjadi hamba-hamba yang Allah mudahkan dalam menuntut ilmu, aamiin. (AA)