Arti dari Hadits Fariha Bidukhuli Romadhon

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ramadhan adalah bulan yang paling ditunggu oleh masyarakat Muslim selama setahun. Saat di bulan yang suci dan penuh berkah ini, pintu neraka ditutup dan setan pun dibelenggu sehingga umat Muslim dapat beribadah dan berpuasa dengan lebih nyaman. Adapun hadits-hadits yang terkait dengan Ramadhan seperti hadits fariha bidukhuli romadhon. Apakah arti dari hadits tersebut? Simak penjelasannya dalam artikel berikut ini.
Hadits Fariha Bidukhuli Romadhon
Sebelum ke pembahasan terkait arti dari hadits fariha bidukhuli romadhon, alangkah baiknya kita pahami dahulu apa itu Ramadhan. Dilansir dari buku Bekal Menyambut Bulan Suci Ramadhan oleh Dr. H. Kholilurrohman, MA (2018:3) Ramadhan adalah bulan yang awalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah kebebasan dari api neraka.
Terdapat banyak hadits yang berbicara tentang Ramadhan, salah satunya hadits fariha bidukhuli romadhon. Berikut lafadznya
مَنْ فَرِحَ بِدُخُوْلِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلَى النِّيْرَانِ
Lafadz tersebut dibaca “Man fariha bidukhuli romadhon harroma Allahu jasadari minan niron”. Lalu hadits tersebut mempunyai arti: “(Barangsiapa yang berbahagia (menyambut) kedatangan bulan Ramadhan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk api neraka).”
Namun, oleh ahli hadits, hadits ini tidak pernah ditemukan dalam kitab-kitab hadits manapun. Hanya satu orang saja yang menulis hadits ini di dalam kitabnya yaitu Usman Al-Khaubawi dengan kitabnya yang berjudul Durratun Nashihin.
Menurut banyak ulama, kitab Durratun Nashihin adalah kitab yang di dalamnya terdapat hadits-hadits palsu, walaupun masih dikaji di beberapa pesantren di tanah air. Selain itu, hadits ini juga tidak jelas asal usulnya atau tidak memiliki sanad, sehingga tak jelas siapa yang mengucapkannya dan siapa yang meriwayatkannya. Jika dikaji dalam ilmu hadits pun, hadits ini mengandung amalan yang sedikit namun bisa mendapatkan pahala yang besar, sehingga tidak masuk ke dalam logika
Meskipun hadits ini mempunyai indikasi sebagai hadits palsu, bukan berarti kita tidak boleh bergembira menyambut Ramadhan. Kita tetap bisa berbahagia dengan datangnya Ramadhan tanpa bersandar kepada hadits tersebut.
Demikian penjelasan mengenai hadits fariha bidukhuli romadhon. Semoga bisa menambah ilmu kita semua. (LOV)
