Konten dari Pengguna

Arti Harakat dan Jenis-jenisnya untuk Panduan Belajar Al-Quran

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi arti harakat dan jenis-jenisnya, sumber foto: unsplash.com/Andri Helmansyah
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi arti harakat dan jenis-jenisnya, sumber foto: unsplash.com/Andri Helmansyah

Membaca Al-Quran merupakan salah satu ibadah wajib yang harus dilakukan oleh umat Islam. Untuk bisa membaca Al-Quran dengan lancar, maka salah satu yang dipelajari adalah harakat. Misalnya, memahami arti harakat dan jenis-jenisnya.

Dengan mengetahui jenis-jenis, cara membaca dan arti dari harakat, maka seorang muslim bisa membaca setiap ayat di dalam Al-Quran dengan baik dan benar. Karena dalam bahasa Arab, jika salah dalam membaca, maka artinya juga bisa berbeda.

Arti Harakat dan Jenis-jenisnya

Ilustrasi arti harakat dan jenis-jenisnya, sumber foto: unsplash.com/Rachid Oucharia

Dikutip dari buku Kaidah Tahsin Tilawah Al-Quran, Abdur Rokhim Hasan, (2022), dijelaskan bahwa harakat adalah tanda baca atau simbol yang ditulis di atas atau di bawah huruf hijaiyah atau huruf Arab.

Tujuan penulisan harakat adalah untuk memperjelas gerakan dan cara mengucapkan huruf tersebut. Harakat juga digunakan untuk menentukan bunyi a, i, dan u pada huruf hijaiyah.

Harakat sangat penting untuk dipelajari agar bisa membaca Al-Quran dengan benar dan sesuai dengan tajwid.

Berikut ini adalah jenis-jenis dan juga arti harakat yang wajib diketahui oleh umat Islam, karena jika tidak maka tidak bisa membaca Al-Quran sesuai aturan bahasa Arab.

1. Fathah ( ﹷ )

Harakat yang berbentuk garis miring kecil dan berada di atas suatu huruf Arab. Fathah melambangkan bunyi huruf a. Contoh: جَ ثَ تَ بَ اَ (ja sa ta ba a).

2. Dhammah ( ُ- )

Harakat yang berbentuk seperti huruf wawu kecil ( و ) dan terletak di atas suatu huruf Arab. Dhammah melambangkan bunyi huruf u. Contoh: رُ زُ دُ خُ حُ (ru zu du khu hu).

3. Kasrah ( ِ- )

Harakat yang berbentuk garis miring kecil dan diletakkan di bawah suatu huruf Arab. Kasrah melambangkan bunyi huruf i. Contoh: طِ ضِ صِ شِ سِ (thi dhi shi syi si).

4. Fathatain atau Tanwin Fathah ( ً- )

Harakat yang berbentuk dua garis miring kecil dan berada di atas suatu huruf Arab. Setiap huruf Arab yang mendapat harakat fathatain atau tanwin fathah dibaca atau berbunyi /- an /. Contoh: قً فً غً عً ظً (qan fan gan ‘an zan).

5. Dhammatain atau Tanwin Dhammah ( ٌ- )

Harakat yang tersusun dari dhammah dan nun mati serta ditulis di atas suatu huruf Arab. Setiap huruf Arab yang mendapat harakat dhammatain atau tanwin dhammah dibaca atau berbunyi / -un /. Contoh: وٌ نٌ مٌ لٌ كٌ (wun nun mun lun kun).

6. Kasratain atau Tanwin Kasrah ( ٍ ٍ- )

Harakat yang berbentuk dua garis miring kecil dan berada di bawah suatu huruf Arab. Setiap huruf Arab yang mendapat harakat kasratain atau tanwin kasrah dibaca atau berbunyi / -in /. Contoh: طٍ اٍ ءٍ يٍ ذٍ (tin in in yin dzin).

7. Sukun ( ْ- )

Harakat yang berbentuk seperti huruf ha’ ( ه ) yang ditulis di atas suatu huruf Arab. Harakat sukun melambangkan fonem konsonan atau huruf mati dari suatu huruf. Contoh: سْ لْ كْ قْ فْ (s l k q f).

8. Tasydid atau Syaddah ( ّ- )

Harakat yang berbentuk seperti kepala huruf sin yang diletakkan di atas huruf Arab dan melambangkan penekanan pada suatu konsonan yang dituliskan dengan simbol konsonan ganda. Contoh: مَدَّ مَرَّ اَوَّ اَنَّ اَمَّ (madda marra awwa anna amma).

9. Tanda Bacaan Panjang

Selain tanda baca di atas, ada juga simbol atau tanda baca yang melambangkan bacaan panjang. Tanda bacaan panjang tersebut dilambangkan dengan huruf alif ( ا ), wawu sukun ( وْ ), dan ya sukun ( يْ ).

Baca juga: 29 Huruf Hijaiyah yang Perlu Diketahui

Arti harakat dan jenis-jenisnya di atas harus benar-benar dikuasai saat belajar Al-Quran. Tujuannya agar dalam membaca Al-Quran benar-benar sempurna. (WWN)