Konten dari Pengguna

Arti Inna Sholati Wanusuki Wamahyaya Wamamati Lillahi Robbil Alamin

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jamaah membaca iftitah inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil alamin. Foto: freepik.com/rawpixel-com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jamaah membaca iftitah inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil alamin. Foto: freepik.com/rawpixel-com

Iftitah merupakan salah satu bacaan sholat sesudah takbiratul ihram dan sebelum membaca Surat Al Fatihah di rakaat pertama. Walaupun hukumnya sunnah, namun bacaan iftitah memiliki arti yang sangat luar biasa. Misalnya pada ayat inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil alamin.

Arti Inna Sholati Wanusuki Wamahyaya Wamamati Lillahi Robbil Alamin

Dikutip dari Buku Panduan Shalat Doa & Dzikir karya Ust. A Solihin As Suhaili (2019:67) iftitah secara bahasa memiliki arti pembukaan. Sementara dalam shalat, iftitah merupakan bacaan yang berisi pujian terhadap Allah SWT yang Maha Besar dan dibaca secara lirih.

Selain sebagai bacaan iftitah, inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil alamin merupakan bacaan dalam Surat Al An’am ayat 162.

إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

inna ṣalātī wa nusukī wa maḥyāya wa mamātī lillāhi rabbil-'ālamīn

Artinya, “Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”

Ilustrasi membaca iftitah. Foto: freepik.com/odua

Bacaan tersebut mempunyai makna bahwa hakikat dari seorang hamba adalah melakukan segala hal semata-mata hanya karna Allah SWT. Selain itu, bacaan tersebut mempunyai makna bahwa semua hidup manusia hingga kematiannya hanya untuk Allah dengan segenap jiwa, rasa, pikiran, perasaan, dan hatinya.

Inilah kenapa manusia diperintahkan untuk melakukan shalat. Sebab shalat merupakan sebuah ibadah yang dilakukan secara khusyuk atau hanya mengingat Allah semata. Hal yang demikian merupakan definisi dari shalat yang baik dan sempurna.

Hal ini sangatlah penting, sebab shalat adalah tiang agama. Apabila shalat yang dilaksanakan semakin sempurna, maka semakin kokoh juga tiang agamanya.

Di sisi lain, shalat menjadi amalan yang pertama kali di hisab Allah. Maka dari itu, perbaiki shalat kita kemudian lakukan segala perintah dan jauhi larangan Allah SWT. Sebagaimana dari sebuah hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi no. 413 dan An-Nasa’i, no. 466)

Semoga dengan mengetahui ulasan di atas, shalat kita semakin khuyuk dan diterima Allah SWT. Amin. (MZM)