Konten dari Pengguna

Arti Lengkap Inalillahi Wainailaihi Rojiun dan Waktu untuk Mengucapkannya

Berita Update

Berita Update

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Membaca Inalillahi Wainailaihi Rojiun. Sumber: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Membaca Inalillahi Wainailaihi Rojiun. Sumber: Pexels.com

Kalimat Inalillahi Wainailaihi Rojiun adalah kalimat yang sering bahkan selalu diucapkan oleh seorang muslim ketika mendengar kabar tentang kerabat yang meninggal. Mengapa demikian? Sebab arti dari kalimat ini adalah milik Allah dan semuanya akan kembali pada Allah SWT. Sebagaimana orang yang wafat, ia adalah milik Allah dan kembali kepada Allah.

Arti Mengucapkan Inalillahi Wainailaihi Rojiun

Tahukah Anda waktu untuk mengucapkan kalimat Inalillahi Wainailaihi Rojiun selain ketika mendengar kabar meninggalnya seseorang?

Dalam buku “Yang Penting Yakin”, Idhan (2017) menjelaskan bahwa Inalillahi Wainailaihi Rojiun adalah kalimat istirja’ yang tak hanya diucapkan saat mendengar kabar duka.

Kalimat bisa Inalillahi Wainailaihi Rojiun diucapkan ketika seorang muslim sedang tertimpa musibah (2017: 72). Adapun hadist yang menjelaskan tentang hal ini adalah sebagai berikut.

Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’un. Allaahumma’jurnii fii mushiibatii wa akhlif lii khairan minhaa. Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah yang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik”. (HR. Muslim)

Hadist tersebut menjelaskan bahwa kita bisa membaca Inalillahi Wainailaihi Rojiun sebagai cara untuk bersabar atas segala ujian yang ada di dalam kehidupan. Kemudian, berusaha untuk yakin bahwa segala sesuatu adalah kehendak Allah dan Allah pula yang akan membantu hamba-Nya untuk menyelesaikan urusan itu. Selain membaca Inalillahi Wainailaihi Rojiun, kita juga bisa melakukan hal-hal berikut untuk meredam amarah, kecewa, rasa takut, dan bimbang.

  1. Membaca istighfar sebanyak 33 kalli “Astaghfirullah hal adzim”

  2. Membaca tasbih sebanyak 33 kali “SubhanAllah”

  3. Membaca tahlil sebanyak 33 kali “Laa ilaha illallah”

  4. Membaca tahmid sebanyak 33 kali “Alhamdulillah”

  5. Serta memperbanyak membaca Ayat Kursi.

Di dalam agama Islam ada banyak cara untuk menenangkan diri ketika tertimpa musibah baik itu kesedihan maupun kemarahan. Kita bisa sholat, berdoa, dan berdzikir. Allah selalu menyayangi hamba-Nya. Jadi, yakinlah bahwa musibah akan segera berlalu atas kehendak-Nya.(AA)