Arti Masya Allah dan Keutamaan Mengucapnya

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti masya Allah bukan hanya sekadar kalimat biasa yang dapat diucapkan di sembarang waktu. Seperti halnya dengan kalimat Allah lainnya, masya Allah juga diucapkan di suatu momen tertentu yang terjadi pada diri kita maupun orang lain.
Para ulama’ bersepakat bahwa kata masya Allah diucapkan ketika merasakan sesuatu yang menggembirakan dan mengagumkan. Selain itu, kalimat ini juga dapat diucapkan ketika memperoleh nikmat, baik dalam bentuk material maupun spiritual.
Dari pernyataan tersebut, kita dapat mengetahui bahwa arti masya Allah merupakan kata yang diungkapkan oleh seorang muslim untuk menunjukkan emosi kagum kepada sesuatu, seseorang atau kejadian. Kata ini diungkapkan sebagai bentuk apresiasi terhadap hal yang mengagumkan tersebut dan sebagai wujud bahwa kita menghargai ciptaan Allah SWT.
Arti Masya Allah Menurut Para Ulama’
Tentunya, mengucap kata masya Allah telah menjadi suatu kebiasaan bagi umat muslim yang bertaqwa. Ketika melihat suatu pemandangan yang indah, rezeki yang berlimpah, atau melihat hewan yang lucu, secara spontan kita akan mengucap masya Allah.
Namun, sayangnya masih banyak umat muslim yang belum mengerti secara penuh arti masya Allah ini. Hal ini karena banyak diantara umat muslim yang mengucap kalimat Allah tersebut pada saat sedang terkejut atau malah kesal terhadap sesuatu.
Dikutip dari buku Kosakata Keagaman oleh Quraisy Shihab (2020: 77), kata ma pada ungkapan masya Allah berarti “ini yang terlihat atau terdengar merupakan kehendak Allah semata. Sedangkan kata sya’a umumnya diartikan sebagai “berkehendak”. Namun, setelah para ulama’ memperhatikan penggunaan kalimat ini, jika dinisbahkan kepada Allah maka akan menegaskan makna “kehendak” (masyi’ah) yang artinya kehendak-Nya pasti terwujud.
Hal ini jelas berbeda dengan kata (yuridu/iradah) yang juga diartikan sebagai “berkehendak”. Namun, kehendak yang dimaksud di sini tidak selalu terwujud karena disyaratkan-Nya dengan usaha selain-Nya.
Misalnya, Allah menghendaki keimanan seluruh manusia dan tidak ridha atas kekufuran mereka. Namun, kehendak-Nya tersebut baru dapat terwujud apabila ada keinginan dan usaha dari manusia itu sendiri.
Keistimewaan dan Keutamaan Membaca Kata Masya Allah
Dalam buku Kosakata Keagaman oleh Quraisy Shihab (2020: 77) dijelaskan bahwa barang siapa yang mengucapkan kata “masya Allah” saat memperoleh nikmat, amka nikmat tersebut akan dipelihara oleh Allah. Selain itu, seorang muslim yang membaca kalimat ini ketika melihat saudara muslimnya memperoleh kenikmatan, maka Allah akan menganugerahkan kenikmatan yang sama pula kepadanya.
Itulah penjelasan mengenai arti masya Allah dan keutamaan mengucapkannya. Semoga penjelasan ini dapat menambah wawasan keislaman Anda. (DHA)
