Konten dari Pengguna

Arti Mengampuni 70 Kali 7 Kali yang Diajarkan oleh Tuhan Yesus

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengampuni. (Foto: Alexas_Fotos by https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengampuni. (Foto: Alexas_Fotos by https://pixabay.com)

Apa arti mengampuni? Banyak orang yang seringkali jengkel terhadap orang lain yang berbuat salah. Kita seringkali jengkel jika teman kita berbuat kesalahan yang sama setiap harinya. Namun, pengajaran Tuhan Yesus selalu menitikberatkan pada pengampunan.

Petrus pernah bertanya kepada Tuhan Yesus, “Guru, berapa kalikah kami harus mengampuni saudara kami, yang bersalah kepada kami?”, pada saat itu mungkin saja Petrus yang tidak pernah bisa menangkap ikan sering diledek atau direndahkan saudaranya. Tuhan Yesus menjawab; “70 kali 7 kali”. Pernahkah kamu menghitung dengan teliti arti ucapan Yesus? Apa arti mengampuni 70 kali 7 kali? Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai pengertian mengampuni dalam agama Kristen.

Arti Mengampuni dalam Agama Kristen

Ilustrasi Mengampuni. (Foto: geralt by https://pixabay.com)

Dikutip dari buku Konsep dan Upaya Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Indonesia yang ditulis oleh F. H. Edy Nugroho (2019: 40), permintaan maaf menurut pandangan agama Kristen Protestan dan Katolik dipandang sebagai suatu cara efektif untuk memperbaiki suatu hubungan yang rusak atau terganggu. Dalam Injil Lukas pada Bab 6 ayat 37 disebutkan, “Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.

Injil Lukas lainnya terdapat pada Bab 15 ayat 17–34, dituliskan tentang perumpamaan yang disampaikan oleh Yesus, yang mengisahkan seorang anak yang hilang dan menghamburkan kekayaan ayahnya. Sewaktu anak itu pulang dan menyampaikan permintaan maaf dengan sepenuh hati, sang ayah pun ternyata siap untuk memaafkan dan menerimanya kembali untuk pulang ke rumahnya.

Injil Matius 18 ayat 21–22 menyebutkan sikap kita terhadap orang yang meminta maaf atas kesalahannya, sebagai berikut:

Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh.”

Berdasarkan Injil Matius tersebut dapat diketahui bahwa Yesus meminta agar dalam memberikan maaf kepada orang lain yang bersalah. Kita diwajibkan untuk memberikan maaf secara tulus, bahkan pemberian maaf tersebut adalah pemberian maaf yang diberikan tidak cukup hanya satu kali saja, tetapi diberikan berkali lipat dan dilakukan dengan sepenuh hati serta tanpa syarat. (CHL)