Arti Ngalap Berkah, Hukum, dan Contohnya yang Diperbolehkan dalam Islam

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ngalap berkah merupakan istilah yang sering dikaitkan dengan kebiasaan mencari keberkahan dari tempat, benda, atau orang yang dianggap memiliki keistimewaan. Namun, apa sebenarnya arti ngalap berkah?
Secara bahasa, "ngalap berkah" berasal dari dua kata, yaitu "Ngalap" (Bahasa Jawa) yang berarti "mengambil" atau "mencari", dan "Berkah" (Arab: al-barakah (البركة)) yang berarti "bertambahnya kebaikan" atau "kemanfaatan yang terus mengalir".
Mengutip buku Lelaku dan Tirakat Orang Jawa karangan Gesta Bayuadhy, ngalap berkah artinya mencari keberkahan atau kebaikan dalam hidup melalui berbagai cara yang diyakini dapat memberikan manfaat lebih.
Dalam Islam, keberkahan bisa datang dari berbagai hal, seperti ilmu, rezeki, umur, dan amal. Namun, tak semua cara mencari berkah dibenarkan. Agar semakin paham dengan istilah ngalap berkah dalam konteks Islam, simak terus uraian artikel ini.
Hukum Ngalap Berkah dalam Islam
Dalam mencari berkah, ada batasan yang harus diperhatikan agar tidak menyimpang dari ajaran Islam. Merujuk buku 100 Hujjah Aswaja Yang Dituduh Bid’ah, Sesat, Syirik dan Kafir karya Ma’ruf Khozin, Islam membagi hukum ngalap berkah menjadi dua, yaitu:
1. Ngalap Berkah yang Diperbolehkan
Mencari berkah dengan cara yang sesuai syariat, seperti:
Berdoa pada Allah SWT.
Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an.
Beribadah di tempat yang disunahkan.
Mengikuti ajaran Rasulullah SAW.
2. Ngalap Berkah yang Dilarang (Syirik dan Bid'ah)
Ada beberapa bentuk ngalap berkah yang dilarang dalam Islam, di antaranya:
Mencari berkah dari benda atau tempat tanpa dalil yang jelas. Misalnya, mengusap batu, pohon, atau makam yang dianggap keramat dengan harapan mendapat berkah. Ini termasuk takhayul yang tidak ada dasarnya dalam Islam.
Meminta keberkahan pada orang yang sudah meninggal. Berdoa atau meminta berkah dari wali yang sudah wafat termasuk perbuatan syirik karena hanya Allah yang bisa memberi keberkahan.
Menggunakan jimat atau benda tertentu untuk keberkahan. Ini adalah bentuk kesyirikan yang dilarang dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: "Barang siapa menggantungkan jimat, maka dia telah berbuat syirik." (HR. Ahmad)
Baca Juga: Hukum Membunuh Kecoa dalam Islam, Apakah Boleh?
Contoh Ngalap Berkah yang Diperbolehkan dalam Islam
Islam mengajarkan bahwa keberkahan datang hanya dari Allah SWT. Namun, ada beberapa cara yang diperbolehkan dalam mencari berkah, di antaranya:
1. Ngalap Berkah dengan Al-Qur’an dan Doa
Al-Qur’an adalah sumber keberkahan terbesar bagi umat Islam. Allah SWT berfirman, yang artinya: "Dan ini adalah kitab (Al-Qur’an) yang telah Kami turunkan dengan penuh berkah..." (QS. Al-An'am: 92)
Membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an akan membawa keberkahan dalam hidup. Begitu juga dengan doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW sebagai cara meminta berkah pada Allah.
2. Ngalap Berkah dari Amal Shalih
Keberkahan juga bisa diperoleh dengan memperbanyak amal salih, seperti:
Bersedekah, untuk memperlancar rezeki dan menambah keberkahan dalam harta.
Silaturahmi, untuk memperpanjang umur dan melapangkan rezeki.
Berbakti pada orang tua, untuk mendapatkan doa dan keberkahan hidup.
3. Ngalap Berkah dari Tempat dan Waktu yang Mulia
Dalam Islam, ada tempat dan waktu yang dianggap memiliki keberkahan, seperti:
Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsa = Tempat-tempat suci yang dianjurkan untuk beribadah.
Bulan Ramadan = Bulan penuh berkah yang dilipatgandakan pahalanya.
Hari Jumat = Hari terbaik dalam Islam dengan banyak keutamaan.
(NDA)
