Konten dari Pengguna

Arti Opportunity Cost dalam Ekonomi dan Contoh yang Relevan

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Arti Opportunity cost dalam ekonomi, sumber gambar: https://www.unsplash.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Arti Opportunity cost dalam ekonomi, sumber gambar: https://www.unsplash.com/

Mengutip buku Ajar Ekonomi Pangan dan Gizi oleh Ninik Rustanti (2016), Opportunity Cost (Biaya peluang) merupakan biaya yang terjadi akibat hilangnya peluang untuk memenuhi suatu kebutuhan. Arti Opportunity cost dalam ekonomi yaitu suatu perbandingan antara satu pilihan ekonomi dengan pilihan yang lainnya.

Perbandingan ini sering terjadi dalam bidang ekonomi dan keuangan saat ingin menentukan pilihan investasi yang terbaik. Biaya peluang dilakukan untuk memprediksi dampak jika memilih satu investasi dan mengorbankan investasi yang lain.

Umumnya, biaya peluang timbul karena terbatasnya sumber-sumber ekonomi, sehingga memaksa kita untuk memilih investasi sesuai kebutuhan.

Contoh Opportunity Cost

Ilustrasi Arti Opportunity cost dalam ekonomi, sumber gambar: https://www.unsplash.com/

Berikut adalah contoh opportunity cost dalam ekonomi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari:

  1. Kamu hanya mempunyai uang Rp30,000, namun kamu dihadapkan pada pilihan untuk membeli es krim atau nasi ayam geprek. Keuangan yang terbatas, membuat kamu harus memilih salah satu. Namun, kamu akhirnya memilih membeli nasi ayam geprek karena lebih merasa lapar dan mengorbankan untuk membeli boba drink.

  2. Setelah lulus SMA, Dika harus memilih antara melanjutkan kuliah atau langsung bekerja. Jika memilih langsung bekerja, Dika bisa memperoleh gaji sebesar Rp. 2000.000 per bulan.

Jika memilih kuliah, maka Dika perlu membayar UKT, uang kos, uang makan, uang buku, dan biaya lainya yang dapat mencapai Rp. 2.500.000 per bulan. Dengan pertimbangan yang matang, Dika memilih untuk tetap melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi yang lebih tinggi, sehingga opportunity cost-nya adalah Rp. 30.000.000 (gaji bekerja selama satu tahun).

3. Perusahaan A mempunyai bangunan yang menjadi aset perusahaan. Ada dua pilihan dalam menggunakan bangunan tersebut, yaitu disewakan atau digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan

Berdasarkan perhitungan, jika bangunan tersebut disewakan, maka biaya sewnya mencapai Rp 500 juta per tahun. Namun, perusahaan justru kehilangan peluang tersebut karena memilih menggunakan bangunan untuk kegiatan operasional.

Arti opportunity cost dalam ekonomi akan lebih mudah dipahami jika kita mengetahui contoh dalam kehidupan sehari-hari. Opportunity cost bukan hanya sekadar teori karena elemen ini juga sangat relevan jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menentukan peluang terbaik yang menguntungkan.

(DLA)