Arti Tibo Pesthi dalam Perhitungan Weton Jodoh dan Cara Menghitungnya

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perhitungan weton merupakan bagian penting dalam tradisi masyarakat Jawa yang digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya, mencari kecocokan jodoh.
Dalam perhitungan weton jodoh, salah satu istilah yang sering muncul adalah “Tibo Pesthi”. Istilah ini merujuk pada hasil perhitungan weton yang banyak diimpikan pasangan yang akan menikah.
Lantas, apa sebenarnya arti Tibo Pesthi dalam perhitungan weton Jodoh? Simak terus artikel ini untuk mengetahui penjelasan lengkapnya.
Arti Tibo Pesthi dalam Perhitungan Weton Jodoh
Dalam bahasa Jawa, “Tibo” berarti jatuh, sedangkan “Pesthi” berarti pasti atau pasti terjadi. Maka secara harfiah, Tibo Pesthi dapat diartikan sebagai yang pasti terjadi atau jatuh pada kepastian.
Pasangan yang mendapatkan perhitungan weton Tibo Pesthi diyakini kehidupan rumah tangganya akan selalu diselimuti keharmonisan hingga masa tua.
Meski begitu, Tibo Pesthi tidak berarti hubungan akan berjalan tanpa masalah sama sekali. Tetap diperlukan usaha dan komitmen, serta keyakinan untuk menyelesaikan masalah bersama-sama.
Cara Menghitung Weton Jodoh dalam Kalender Jawa
Sebagai ramalan kehidupan bagi pasangan yang ingin menikah, biasanya orang Jawa akan menghitung jumlah neptu weton. Ini merupakan gabungan dari nilai hari dan pasaran dalam kalender Jawa. Adapun neptu hari dan pasaran adalah sebagai berikut.
Neptu Dhino (Hari)
Neptu dhino adalah hari kelahiran yang berjumlah 7 hari, yaitu:
Ahad: 5
Senin: 4
Selasa: 3
Rabu: 7
Kamis: 8
Jumat: 6
Sabtu: 9
Neptu Pasaran
Neptu pasaran adalah hari kelahiran yang berjumlah 5 hari, yaitu:
Kliwon: 8
Legi: 5
Pahing: 9
Pon: 7
Wage: 4
Contoh perhitungannya:
Laki-laki lahir hari Senin (4) pasaran Legi (5), maka neptu wetonnya: 4 + 5 = 9.
Perempuan lahir hari Selasa (3) pasaran Pon (7), maka neptu wetonnya: 3 + 7 = 10.
Jika dijumlahkan, pasangan tersebut memiliki neptu weton: 9 + 10 = 19.
Di sisi lain, menurut Jurnal Budaya FIB UB berjudul Analisis Bentuk dan Makna Perhitungan Weton pada Tradisi Pernikahan Adat Jawa Masyarakat Desa Ngingit Tumpang oleh Andika Simamora dan tim, pasangan bisa mendapat hasil Tibo Pesthi jika jumlah neptu hari dan pasaran dalam kalender Jawa adalah 8, 17, 26, atau 35.
Meski begitu, perlu diingat bahwa kehidupan bukan hanya soal hitungan weton Jawa, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menjalani takdirnya dengan ikhtiar dan doa.
Ini berarti jika Anda dan pasangan tidak mendapatkan hasil Tibo Pesthi, kalian tetap harus berjuang bersama-sama hingga berjodoh dan bukannya menjadikan hal ini sebagai alasan untuk menyerah pada keadaan.
Baca Juga: Kalender Jawa Agustus 2025 dan Wetonnya
(NDA)
