Konten dari Pengguna

Arti Yaumul Milad dan Contoh Ucapan yang Dapat Digunakan

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 4 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Arti Yaumul Milad. Sumber: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Arti Yaumul Milad. Sumber: Unsplash.com

Arti dari yaumul milad adalah ungkapan Bahasa Arab yang secara literal berarti “selamat ulang tahun” atau “selamat hari kelahiran”. Kata ini sangat populer dan banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Biasanya, ungkapan yaumul milad digunakan sebagai ucapan selamat ketika seseorang berulang tahun. Ungkapan ini bisa diberikan kepada siapa saja, termasuk teman, sahabat, ataupun saudara.

Beberapa orang kerap menyertakan doa tertentu ketika mengucapkan yaumul milad. Misalnya doa agar dilimpahkan rezeki, meminta keberkahan umur, diberikan kesehatan, dan lain sebagainya.

Meski sering digunakan, sebagian masyarakat awam kerap belum memahami arti yaumul milad yang sebenarnya. Penasaran seperti apa? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan dalam artikel berikut ini.

Arti Yaumul Milad dan Hukumnya

Ilustrasi anak ulang tahun. Foto: Shutter Stock

Kata yaumul milad sering diikuti dengan kata barakallahu fii umrik, yang artinya menjadi “selamat ulang tahun, semoga Allah senantiasa memberi berkah atas umurmu”. Pertanyaan selanjutnya adalah, apa hukum memberikan selamat kepada orang yang berulang tahun?

Dikuti dari Islam.nu.or.id, sejatinya hukum memberikan kata selamat terhadap hari kelahiran seseorang adalah mubah (dibolehkan), selama tidak ada hal munkar di dalamnya, seperti menyalakan lilin, campur baur antara lawan jenis, permainan musik, memasang gambar dan patung, dll.

Dasar hukum tersebut diambil dari kitab Al-Iqna' fi Halli Alfazhi Abi Syuja karya Asy Syarbini (halaman 162). Dijelaskan bahwa Hafidz Al-Mundziri telah memberi jawaban tentang ucapan selamat hari raya dan selamat ulang tahun. Kata beliau, memang selama ini para ulama berselisih pendapat mengenai hal itu, namun menurut pendapatnya, tahniah (ucapan selamat) itu mubah, alias tidak sunnah dan tidak pula bid’ah.

Beliau juga mengutip hadis Rasulullah yang diriwayatkan Imam Bukhari sebagai dalil. Ketika itu Abu Thalhah bin Ubaidillah memberikan selamat atas diterimanya pertaubatan Ka’ab bin Malik yang tidak ikut perang Tabuk.

Cara Menjawab Yaumul Milad

Ucapan yaumul milad biasanya diberikan dengan doa-doa. Ada doa yang meminta keberkahan umur, rezeki yang melimpah, kesehatan badan, dan lain-lain.

Maka untuk menjawab ucapan yaumul milad, Anda bisa mendoakannya balik. Bila seseorang mengucapkan "barakallah fii umrik", Anda bisa membalasnya dengan mengatakan "wa fiik barakallah".

Kemudian, Anda juga bisa mengucapkan terima kasih padanya. Tunjukkan rasa syukur karena telah diberikan ucapan selamat dan doa spesial oleh teman atau kerabat Anda.

Ilustrasi ulang tahun anak. Foto: areetham/Shutterstock

Ucapan Yaumul Milad

Ucapan yaumul milad bisa diberikan dalam kalimat bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Berikut beberapa contohnya yang dapat Anda gunakan:

1. Ucapan yaumul milad bahasa Indonesia

  • Yaumul milad, barakallahu fii umrik “selamat ulang tahun, semoga Allah senantiasa memberi berkah atas umurmu”.

  • Selamat ulang tahun. Semoga Allah terus memberkahimu dalam usiamu.

  • Selamat milad, temanku. Ketakwaan dan rahmat menyertaimu. Amiin.

  • Selamat ulang tahun, barakallahu fii umrik. Tetap tabah dan kuat dalam menjalani roda kehidupan ini. Semoga Allah melindungimu selalu.

  • Selamat milad untukmu, saudaraku. Semoga semakin diluaskan akalmu, semakin dibersihkan hatimu, semoga jasad semakin cekatan dalam berbuat kebajikan.

  • Selamat ulang tahun. Semoga Allah selalu mensucikan hatimu seperti ketika engkau dilahirkan. Semoga Allah memberkahi sisa umurmu, rezekimu, dan segala apa yang engkau perbuat.

  • Milad mubarak! Semoga keberkahan selalu engkau dapatkan, rezeki terus mengalir, dan semoga semua yang engkau citakan tercapai.

  • Barakallah fii umrik. Semoga di hari bahagia ini Allah memberikan rahmat dan taufiknya, lindungan, kebahagiaan, serta kesehatan yang berlimpah.

  • Happy milad, sahabatku. Semoga engkau dapat menjadi pribadi yang lebih bertakwa. Semoga kemudahan dunia dan akhirat senantiasa engkau dapatkan.

  • Pada kesempatan ini, izinkan aku memohon kebaikan untukmu. Semoga di hari lahirmu ini engkau diberikan segala kebaikan, diberi kemudahan dalam menjalani misi dunia dan akhirat, dan diberikan kesehatan untuk mengiringinya.

2. Ucapan yaumul milad bahasa Arab

  • Ied milad sa’eid lak! artinya Selamat ulang tahun untukmu!

  • Kullu ‘ami wa anta/anti bi khoirin, wa ‘iidu miiladi sa’iid lak artinya selamat ulang tahun, selamat hari lahir untukmu.

  • Mabruk alfa mabruk artinya selamat dan sukses.

  • Barakallah, kullu ‘aam, waanta bialfi khairin artinya Allah SWT memberkahi, semoga setiap tahun kamu mendapatkan banyak kebaikan.

  • Miladuki/miladuka sa'idah barakallah fii umrik artinya semoga di sisa usiamu selalu diberikan keberkahan.

Ilustrasi ulang tahun. Foto: Shutter Stock

Hukum Merayakan Ulang Tahun

Hukum merayakan ulang tahun dalam Islam masih menjadi perdebatan di kalangan para ulama. Pasalnya tidak ditemukan satu pun nash yang membahas soal larangan maupun anjuran untuk merayakannya.

Pada sejumlah riwayat, tidak ditemukan pula kisah yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW merayakan hari kelahirannya. Begitu juga dengan para sahabat, tabiin, dan ulama salafusshalih.

Meski begitu, umat Muslim tidak dianjurkan untuk langsung mengharamkan tindakan yang tidak ada di zaman Nabi. Mengingat dalam kaidah fiqih, umat Muslim justru mendapat ketentuan yang sebaliknya.

Fatwa hukum bernama al-Ashlu fil asya' al-ibahah membahas tentang hukum dasar segala sesuatu yang digolongkan menjadi mubah. Mengutip buku Batalkah Shalat Jika Melihat Sarung Imam yang Bolong karya Ust. M. Syukron (2012), hukum dasar ini mencakup masalah sosial kemasyarakatan, budaya, kebiasaan, muamalah, dan lain sebagainya.

Jika ulang tahun dirayakan dalam rangka muhasabah atau introspeksi diri dan umur, maka perbuatan ini tergolong sesuatu yang baik. Oleh karena itu, sebagian ulama membolehkannya.

Namun, jika perayaan ulang tahun dilaksanakan dengan cara-cara yang tidak sesuai syariat, maka tidak diperbolehkan. Terlebih jika di dalam pestanya terdapat minuman alkohol, perbuatan zina, maksiat, dan lain-lain.

(AA)