Konten dari Pengguna

Ayat Alkitab tentang Kasih Ibu kepada Keluarganya dalam Amsal

Berita Update

Berita Update

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kasih ibu tak terhingga sepanjang masa. Demikian sebuah lirik lagu. Namun, tak sebatas dalam lagu, kasih ibu juga diagungkan dalam Alkitab.

Dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, peran ibu tak pernah lupa disebutkan. Dalam ayat Alkitab, lebih tepatnya Kitab Amsal, ada satu perikop utuh yang didedikasikan sebagai pujian kepada peran ibu yang cakap dan penuh kasih pada keluarganya. Mari kita renungkan bersama.

Ayat Alkitab tentang Kasih Ibu kepada Keluarganya dalam Amsal
zoom-in-whitePerbesar

Ayat Alkitab tentang Kasih Ibu kepada Keluarganya dalam Amsal 31:10-31

Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga daripada permata.

Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.

Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.

Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya.

Ia serupa kapal-kapal saudagar, dari jauh ia mendatangkan makanannya.

Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan.

Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya.

Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya.

Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam.

Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari-jarinya memegang pemintal.

Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin.

Ia tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya, karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap.

Ia membuat bagi dirinya permadani, lenan halus dan kain ungu pakaiannya.

Suaminya dikenal di pintu gerbang, kalau ia duduk bersama-sama para tua-tua negeri.

Ia membuat pakaian dari lenan, dan menjualnya, ia menyerahkan ikat pinggang kepada pedagang.

Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan.

Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya.

Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya.

Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia.

Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua.

Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.

Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!

Demikianlah dalam perancangan-Nya, ibu adalah sosok yang sangat sempurna; penuh kasih dan sayang untuk keluarga. Terima kasih, Ibu, untuk kasihmu!

(CR)