Ayat Isra Miraj dalam Alquran dan Pembahasannya

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Isra Miraj merupakan suatu peristiwa yang diperingati umat Islam setiap tahunnya. Hal ini karena Isra Miraj merupakan peristiwa penting yang memiliki nilai khusus dalam Islam. Peristiwa yang dialami Nabi Muhammad ini rupanya tercantum dalam ayat Alquran.
Untuk mengetahuinya, berikut ini adalah ayat Isra Miraj yang perlu Anda ketahui.
Ayat Isra Miraj Dalam Alquran yang Membahas Tentang Peristiwa Penting dan Bersejarah
Ayat dalam Alquran berisi tentang berbagai macam kandungan, salah satunya peristiwa penting yang dialami Nabi Muhammad yang juga disebut dengan peristiwa Isra Miraj. Tentunya beberapa ayat dalam Alquran menyebutkan tentang peristiwa Isra Miraj. Salah satu ayat Isra Miraj yang menceritakan tentang kejadian Isra Miraj:
وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى. مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى. وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى. إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى. عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَى. ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَى. وَهُوَ بِالْأُفُقِ الْأَعْلَى. ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّى. فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى. فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى. مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى. أَفَتُمَارُونَهُ عَلَى مَا يَرَى. وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى. عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى. عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى. إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى. مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى. لَقَدْ رَأَى مِنْ ءَايَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى
Artinya: “Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli. sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya? Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar”. (QS. An-Najm : 1-18)
Surat An Najm ayat 1 sampai dengan 18 tersebut menceritakan secara ringkas mengenai kejadian saat Nabi Muhammad pergi ke langit ketujuh untuk memenuhi perjalanan Isra Mirajnya. Dalam ayat tersebut menjelaskan bagaimana Nabi Muhammad melihat keadaan langit ketujuh yang berada di hadapannya. Dalam buku karya Agus Mustofa yang berjudul Terpesona di Sidratul Muntaha (2006:51) menjelaskan bahwa Rasulullah melakukan Isra Mi’raj dari langit pertama hingga ketujuh.
Pengetahuan mengenai ayat Isra Miraj dalam Alquran tersebut dapat Anda jadikan wawasan baru dan juga untuk menambah keimanan dan ketakwaan kita terhadap Allah dan Rasulullah. (DA)
