Konten dari Pengguna

Bacaan Al Quran Surat Al Fajr beserta Tafsirnya Lengkap

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi surat Al-Fajr, sumber foto: https://unsplash.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi surat Al-Fajr, sumber foto: https://unsplash.com/

Surat Al-Fajr merupakan surat ke-89 dalam Alquran, yang masih tergolong surat Makkiyah karena diturunkan di Kota Mekkah. Diberi nama Al Fajr karena surat ini diambil dari perkataan pada ayat pertama surat. Berikut ini adalah bacaan Al-Quran surat Al-Fajr beserta tafsir lengkapnya.

Bacaan Surat Al-Fajr

Berikut adalah bacaan surat Al-Fajr yang dikutip dari Al-Quran Online Kementrian Agama Republik Indonesia (https://quran.kemenag.go.id/)

Ilustrasi surat Al-Fajr, sumber foto: https://unsplash.com/

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَالْفَجْرِۙ

wal-fajr

Artinya : "Demi fajar,"

وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ

wa layālin 'asyr

Artinya : "demi malam yang sepuluh,"

وَّالشَّفْعِ وَالْوَتْرِۙ

wasy-syaf'i wal-watr

Artinya : "demi yang genap dan yang ganjil,"

وَالَّيْلِ اِذَا يَسْرِۚ

wal-laili iżā yasr

Artinya : "demi malam apabila berlalu."

هَلْ فِيْ ذٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِيْ حِجْرٍۗ

hal fī żālika qasamul liżī ḥijr

Artinya : "Adakah pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) bagi orang-orang yang berakal?"

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍۖ

a lam tara kaifa fa'ala rabbuka bi'ād

Artinya : "Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) ‘Ad?"

اِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِۖ

irama żātil-'imād

Artinya : "(yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum ‘Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,"

الَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى الْبِلَادِۖ

allatī lam yukhlaq miṡluhā fil-bilād

Artinya : "yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain,"

وَثَمُوْدَ الَّذِيْنَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِۖ

wa ṡamụdallażīna jābuṣ-ṣakhra bil-wād

Artinya : "dan (terhadap) kaum samud yang memotong batu-batu besar di lembah,"

وَفِرْعَوْنَ ذِى الْاَوْتَادِۖ

wa fir'auna żil-autād

Artinya : "dan (terhadap) Fir‘aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar),"

الَّذِيْنَ طَغَوْا فِى الْبِلَادِۖ

allażīna ṭagau fil-bilād

Artinya : "yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,"

فَاَكْثَرُوْا فِيْهَا الْفَسَادَۖ

fa akṡarụ fīhal-fasād

Artinya : "lalu mereka banyak berbuat kerusakan dalam negeri itu,"

فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍۖ

fa ṣabba 'alaihim rabbuka sauṭa 'ażāb

Artinya : "karena itu Tuhanmu menimpakan cemeti azab kepada mereka,"

اِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِۗ

inna rabbaka labil-mirṣād

Artinya : "sungguh, Tuhanmu benar-benar mengawasi."

فَاَمَّا الْاِنْسَانُ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ رَبُّهٗ فَاَكْرَمَهٗ وَنَعَّمَهٗۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَكْرَمَنِۗ

fa ammal-insānu iżā mabtalāhu rabbuhụ fa akramahụ wa na''amahụ fa yaqụlu rabbī akraman

Artinya : "Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, "Tuhanku telah memuliakanku."

وَاَمَّآ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهٗ ەۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَهَانَنِۚ

wa ammā iżā mabtalāhu fa qadara 'alaihi rizqahụ fa yaqụlu rabbī ahānan

Artinya : "Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, “Tuhanku telah menghinaku."

كَلَّا بَلْ لَّا تُكْرِمُوْنَ الْيَتِيْمَۙ

kallā bal lā tukrimụnal-yatīm

Artinya : "Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim,"

وَلَا تَحٰۤضُّوْنَ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۙ

wa lā tahāḍḍụna 'alā ṭa'āmil-miskīn

Artinya : "dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,"

وَتَأْكُلُوْنَ التُّرَاثَ اَكْلًا لَّمًّاۙ

wa ta`kulụnat-turāṡa aklal lammā

Artinya : "sedangkan kamu memakan harta warisan dengan cara mencampurbaurkan (yang halal dan yang haram),"

وَّتُحِبُّوْنَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّاۗ

wa tuḥibbụnal-māla ḥubban jammā

Artinya : "dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan."

كَلَّآ اِذَا دُكَّتِ الْاَرْضُ دَكًّا دَكًّاۙ

kallā iżā dukkatil-arḍu dakkan dakkā

Artinya : "Sekali-kali tidak! Apabila bumi diguncangkan berturut-turut (berbenturan),"

وَّجَآءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّاۚ

wa jā`a rabbuka wal-malaku ṣaffan ṣaffā

Artinya : "dan datanglah Tuhanmu; dan malaikat berbaris-baris,"

وَجِايْۤءَ يَوْمَىِٕذٍۢ بِجَهَنَّمَۙ يَوْمَىِٕذٍ يَّتَذَكَّرُ الْاِنْسَانُ وَاَنّٰى لَهُ الذِّكْرٰىۗ

wa jī`a yauma`iżim bijahannama yauma`iżiy yatażakkarul-insānu wa annā lahuż-żikrā

Artinya : "dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; pada hari itu sadarlah manusia, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu."

يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيْۚ

yaqụlu yā laitanī qaddamtu liḥayātī

Artinya : "Dia berkata, "Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini."

فَيَوْمَىِٕذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهٗٓ اَحَدٌ ۙ

fa yauma`iżil lā yu'ażżibu 'ażābahū aḥad

Artinya : "Maka pada hari itu tidak ada seorang pun yang mengazab seperti azab-Nya (yang adil),"

وَّلَا يُوْثِقُ وَثَاقَهٗٓ اَحَدٌ ۗ

wa lā yụṡiqu waṡāqahū aḥad

Artinya : "dan tidak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya."

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ

yā ayyatuhan-nafsul-muṭma`innah

Artinya : "Wahai jiwa yang tenang!"

ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ

irji'ī ilā rabbiki rāḍiyatam marḍiyyah

Artinya : "Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya."

فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ

fadkhulī fī 'ibādī

Artinya : "Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku,"

وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْࣖ

wadkhulī jannatī

Artinya : "dan masuklah ke dalam surga-Ku."

Tafsir Al-Fajr

Dikutip dari buku Tafsir Al-Quran 6, Afif Muhammad (2002: 31) surat ini disebut dengan surat Al-Fajr yang artinya fajar yang berasal dari Bahasa Arab. Dalam Bahasa Indonesia memang banyak sekali kata yang berasal dari Bahasa Arab.

Surat ini berbicara tentang kekuasaan Allah SWT dan hal-hal yang berhubungan dengan keimanan. Di dalam surat ini dibicarakan mengenai anak yatim dan orang miskin. Secara keseluruhan, surat ini membahas tentang nasib orang-orang kafir kepada Allah SWT dan akibat-akibat yang mereka alami. Misalnya kaum Ad, kaum Tsamud, dan kaum Firaun. Kisah-kisah mereka menjadi pelajaran agar kita tidak mengikuti jalan yang mereka tempuh.

Demikian pembahasan mengenai surat Al-Fajar yang merupakan surat ke-89 dalam Al-Quran. (WWN)