Bacaan Doa Iftitah NU Arab, Latin, dan Artinya

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Doa iftitah merupakan doa yang perlu dibacakan saat shalat, tepatnya setelah takbiratul ikhram sebelum membaca Surat Al Fatihah. Bacaan doa iftitah juga memiliki berbagai versi, salah satu diantarnya yang dikenal dengan doa iftitah NU (Nahdatul Ulama).
Bacaan Doa Iftitah NU
Iftitah atau istiftah merupakan istilah yang merujuk pada bacaan dzikir yang dibuka sebagai pembuka shalat. Doa iftitah sendiri berisi pemujaan, pemuliaan, dan sanjungan kepada Allah SWT. Adapun hadist yang menjelaskan anjuran untuk membaca doa iftitah yang dijelaskan dari Abu Hurairah, ia berkata:
Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam setelah bertakbir ketika shalat, ia diam sejenak sebelum membaca ayat. Maka aku pun bertanya kepada beliau, wahai Rasulullah, kutebus engkau dengan ayah dan ibuku, aku melihatmu berdiam antara takbir dan bacaan ayat. Apa yang engkau baca ketika itu adalah: … (beliau menyebutkan doa iftitah)” (Muttafaqun ‘alaih)
Tujuan umat Muslim membaca doa iftitah adalah tidak lakukan kesalahan atau dosa. Apabila melakukan sebuah perbuatan dosa, maka bersihlah dirinya dengan bacaan doa iftitah
Adapun bacaan doa iftitah yang sering digunakan masyarakat NU yang dikutip dari buku Tuntunan Shalat Sesuai Al-Qur'an & Hadis Sahih oleh Redaksi Qultummedia dan Hirman (2018: 43),
لهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Allaahu akbar kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa'ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil 'aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin
Artinya, “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim.”
Itulah penjelasan doa iftitah yang sering digunakan masyarakat NU yang bisa Anda amalkan. Semoga penjelasan di atas bermanfaat. (MZM)
