Konten dari Pengguna

Bacaan Doa Menahan Amarah agar Tidak Merugikan Orang Lain

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bacaan doa menahan amarah agar tidak merugikan orang lain, sumber foto oleh Moose Photos dari Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bacaan doa menahan amarah agar tidak merugikan orang lain, sumber foto oleh Moose Photos dari Pexels

Marah merupakan salah satu sifat dari manusia yang jika tidak dikendalikan dengan baik, bisa merusak hubungan bahkan bisa merugikan orang lain. Banyak kasus orang yang sedang marah dengan teramat sangat bisa melukai orang lain bahkan bisa menghilangkan nyawa orang lain. Setiap dari kita pasti pernah marah pada suatu hal. Dalam ajaran Islam, jika sedang marah untuk meredam rasa amarah tersebut, dianjurkan untuk membaca doa menahan amarah agar tidak merugikan orang lain.

Bacaan Doa Menahan Amarah

Ilustrasi bacaan doa menahan amarah agar tidak merugikan orang lain, sumber foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Rasulullah SAW selalu mengajarkan kepada umatnya untuk selalu menahan amarahnya meskipun hatinya sedang bergejolak. Salah satu cara untuk mengontrol amarah kita adalah dengan mengucapkan istigfar jika kita sedang marah. Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan kepada umatnya untuk membaca doa ketika sedang marah.

Berikut adalah bacaan doa menahan amarah yang dikutip dari buku Doa Anak Muslim, Fazlarrahman (2017: 98).

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ ، وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِيْ ، وَأَجِرْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ

Allâhummaghfirlî dzanbî, wa adzhib ghaizha qalbî, wa ajirnî minas syaithâni.

Artinya: "Tuhanku, ampunilah dosaku, redamlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh setan."

Selain membaca doa di atas,Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya untuk mengendalikan amarah dengan beberapa cara berikut ini:

Yang pertama adalah berusaha diam dan menjaga lisan. Sesuai dengan hadis Riwayat yang menyebutkan bahwa dari Ibnu Abbas Rasulullah SAW pernah bersabda.

“Jika kalian marah, diamlah” (HR. Ahmad dan Syuaib Al-Arnauth menilai Hasan lighairih)

Yang kedua adalah mengambil posisi lebih rendah karena orang yang marah cenderung ingin selalu lebih tinggi agar bisa melampiaskan amarahnya.

Seperti dijelaskan dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda "Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur." (HR. Ahmad, Abu Daud dan perawinya dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth).

Itulah bacaan doa menahan marah agar tidak merugikan orang lain dan cara meredam amarah sesaui ajaran Rasulullah SAW. (WWN)