Konten dari Pengguna

Bacaan Iqomah dan Tata Caranya Sebelum Mendirikan Sholat

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bacaan iqomah dan tata caranya. Sumber: pexels/vjapratama
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bacaan iqomah dan tata caranya. Sumber: pexels/vjapratama

Bacaan iqomah dan tata caranya perlu diketahui oleh seorang yang bertugas sebagai muazin. Iqomah adalah penanda akan dimulainya sholat.

Iqomah (Arab: إِقَامَة, ʾIqāmah) adalah panggilan atau seruan segera berdiri untuk sholat (berjamaah). Secara umum, iqomah diberikan lebih cepat dan dengan cara yang lebih monoton, dibandingkan dengan azan, karena ditujukan untuk yang sudah di masjid, bukan pengingat bagi yang di luar untuk pergi ke masjid.

Bacaan Iqomah dan Tata Caranya

Ilustrasi Bacaan iqomah dan tata caranya. Sumber: pexels/alena darmel

Dalam melakukan iqomah, seorang muazin harus mengerti tata cara yang harus dipenuhi. Mengutip buku Pendidikan Agama Islam: Fikih untuk Madrasah Tsanawiyah, Zainal Muttaqin (2007), ketentuan azan dan iqomah yang harus dipenuhi oleh seorang muazin adalah sebagai berikut.

  • Suci dari hadas kecil maupun besar.

  • Berdiri menghadap kiblat.

  • Memasukkan kedua anak jari ke kedua lubang telinga.

  • Melambatkan bacaan azan serta memisahkan tiap-tiap dua kalimat dan berhenti sebentar.

  • Untuk iqomah, bacaan dipercepat.

  • Menoleh ke kanan dengan kepala, leher, dan dada ketika mengucapkan “Hayya ‘alash-shalah”, dan menoleh ke kiri ketika mengucapkan “Hayya ‘alal falah”.

  • Ada jeda waktu antara adzan dan iqomah untuk sholat sunnah dan menunggu jamaah lainnya.

  • Tidak berbicara hingga iqomah.

  • Wanita hanya diperbolehkan azan dan iqomah ketika seluruh jamaah dan imam adalah wanita, dan tidak boleh menggunakan pengeras suara yang bisa terdengar oleh para lelaki di luar jamaah.

Apabila muazin telah mengerti ketentuan di atas, maka dapat mempraktikan langsung bacaan iqomah dan tata caranya sebagai berikut.

اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar.

أَشْهَدُ اَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّااللهُ

Asyhadu allaa ilaaha illallaah.

اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah.

حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ

Hayya ‘alash shalaah.

حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ

Hayya ‘alal falaah.

قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ ،قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ

Qad qaamatish shalaah, qad qaamatish shalaah.

اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar.

لَاإِلٰهَ إِلاَّاللهُ

Laailaaha illallaah

Berbeda dari panggilan pertama untuk mendirikan salat (azan), masing-masing lafal iqomah hanya dikumandangkan sekali saja (kecuali lafal qad qamatis-salaah).

Baca Juga: Keutamaan dan Tata Cara Solat Berjamaah

Demikian uraian tentang bacaan iqomah dan tata caranya sebelum mendirikan sholat. Semoga sebagai seorang muazin mampu melaksanakan tugas azan dan iqomah dengan baik dan benar. (ARD)