Bacaan La Tahzan Innallaha Ma’ana: Pengertian, Dalil, dan Makna Ucapannya

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Umat muslim mungkin sudah tidak asing lagi dengan bacaan "la tahzan innallaha ma’ana". Bacaan ini sering diucapkan untuk menghibur seseorang yang sedang bersedih atau dalam kesulitan. Lalu sebenarnya apa pengertian dari ucapan ini?
Kalimat ini terdiri dari 4 kata, yakni la, tahzan, innallaha, dan ma’ana. Dalam Bahasa Arab, “la” memiliki arti jangan, sedangkan “tahzan” berarti bersedih. Adapun “innallaha” bermakna sesungguhnya Allah, dan “ma’ana” berarti bersama kita. Jika keempat kata ini digabungkan, maka kalimat ini memiliki “jangan bersedih, sesungguhnya Allah ada bersama kita”.
Dalil Bacaan La Tahzan Innallaha Ma’ana
La tahzan innallaha ma’ana merupakan perkataan yang istimewa. Hal ini karena merupakan petikan yang diambil dari ayat Alquran, tepatnya di dalam surat At Taubah ayat 40.
“Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Mekah); sedang dia salah seorang dari dua orang keika keduanya berada dalam gua, ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, ‘Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita’. Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Muhammad) dan membantu dengan bala tentara (malaikat-malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu rendah. Dan firman Allah itulah yang tinggi. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS At Taubah:40)
Makna Ucapan La Tahzan Innallaha Ma’ana
Makna dari ucapan ini adalah bahwa sebenarnya segala hal yang terjadi, termasuk kesedihan dan kesusahan adalah sebagai bentuk agar hamba-Nya kembali kepada Allah. Hal ini disebutkan dalam Alquran, yakni Surat Al Araf ayat 168.
“Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).” (QS. Al Araf:168)
Lagi pula, Allah tidak akan memberikan ujian seorang hamba di luar kemampuan hambanya, seperti yang disebutkan dalam firman Allah berikut ini:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al Baqarah:286)
Maka dengan mengetahui bahwa seluruh masalah yang dihadapi adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka tidak ada perlu lagi yang disedihkan, karena Allah selalu bersama umatnya dalam kondisi apapun. Jangan lupa pula untuk selalu berprasangka baik kepada Allah, apapun yang terjadi.
(RYFA)
