Bacaan Surah Ar Rahman Latin dan Tafsirnya Lengkap

·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surah Ar-Rahman adalah surah yang ke 55 di dalam Al-Qur'an dan merupakan golongan surah Madaniyah karena diturunkan di Madinah. Surah ini terdiri dari 78 ayat yang memberikan gambaran betapa Allah SWT maha pengasih pada hambanya.
Apa Arti Huruf Latin Ar Rahman?
Berikut adalah bacaan surah Ar-Rahman latin dan arti yang dikutip dari Al-Qur'an online Kementerian Agama Republik Indonesia.
ar-raḥmān
(Allah) Yang Maha Pengasih,
'allamal-qur`ān
Yang telah mengajarkan Al-Qur'an.
khalaqal-insān
Dia menciptakan manusia,
'allamahul-bayān
mengajarnya pandai berbicara.
asy-syamsu wal-qamaru biḥusbān
Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan,
wan-najmu wasy-syajaru yasjudān
dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya).
was-samā`a rafa'ahā wa waḍa'al-mīzān
Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan,
allā taṭgau fil-mīzān
agar kamu jangan merusak keseimbangan itu,
wa aqīmul-wazna bil-qisṭi wa lā tukhsirul-mīzān
dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.
wal-arḍa waḍa'ahā lil-anām
Dan Bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya),
fīhā fākihatuw wan-nakhlu żātul-akmām
di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,
wal-ḥabbu żul-'aṣfi war-raiḥān
dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
khalaqal-insāna min ṣalṣāling kal-fakhkhār
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,
wa khalaqal-jānna mim mārijim min nārdan
Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
rabbul-masyriqaini wa rabbul-magribaīn
Tuhan (yang memelihara) dua timur dan Tuhan (yang memelihara) dua barat.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
marajal-baḥraini yaltaqiyān
Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu,
bainahumā barzakhul lā yabgiyān
di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
yakhruju min-humal-lu`lu`u wal-marjān
Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
wa lahul-jawāril-munsya`ātu fil-baḥri kal-a'lām
Milik-Nyalah kapal-kapal yang berlayar di lautan bagaikan gunung-gunung.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
kullu man 'alaihā fān
Semua yang ada di Bumi itu akan binasa,
wa yabqā waj-hu rabbika żul-jalāli wal-ikrām
tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
yas`aluhụ man fis-samāwāti wal-arḍ, kulla yaumin huwa fī sya`n
Apa yang di langit dan di Bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
sanafrugu lakum ayyuhaṡ-ṡaqalān
Kami akan memberi perhatian sepenuhnya kepadamu wahai (golongan) manusia dan jin!
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
yā ma'syaral-jinni wal-insi inistaṭa'tum an tanfużụ min aqṭāris-samāwāti wal-arḍi fanfużụ, lā tanfużụna illā bisulṭān
Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
yursalu 'alaikumā syuwāẓum min nāriw wa nuḥāsun fa lā tantaṣirān
Kepada kamu (jin dan manusia), akan dikirim nyala api dan cairan tembaga (panas) sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri (darinya).
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
fa iżansyaqqatis-samā`u fa kānat wardatang kad-dihān
Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
fa yauma`iżil lā yus`alu 'an żambihī insuw wa lā jānn
Maka pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
yu'raful-mujrimụna bisīmāhum fa yu`khażu bin-nawāṣī wal-aqdām
Orang-orang yang berdosa itu diketahui dengan tanda-tandanya, lalu direnggut ubun-ubun dan kakinya.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
hāżihī jahannamullatī yukażżibu bihal-mujrimụn
Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa.
yaṭụfụna bainahā wa baina ḥamīmin ān
Mereka berkeliling di sana dan di antara air yang mendidih.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
wa liman khāfa maqāma rabbihī jannatān
Dan bagi siapa yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
żawātā afnān
kedua surga itu mempunyai aneka pepohonan dan buah-buahan.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
fīhimā 'aināni tajriyān
Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
fīhimā ming kulli fākihatin zaujān
Di dalam kedua surga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
muttaki`īna 'alā furusyim baṭā`inuhā min istabraq, wa janal-jannataini
dān Mereka bersandar di atas permadani yang bagian dalamnya dari sutra tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
fīhinna qāṣirātuṭ-ṭarfi lam yaṭmiṡ-hunna insung qablahum wa lā jānn
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
ka`annahunnal-yāqụtu wal-marjān
Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
hal jazā`ul-iḥsāni illal-iḥsān
Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula).
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
wa min dụnihimā jannatān
Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan,
mud-hāmmatān
kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
fīhimā 'aināni naḍḍākhatān
Di dalam keduanya (surga itu) ada dua buah mata air yang memancar.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
fīhimā fākihatuw wa nakhluw wa rummān
Di dalam kedua surga itu ada buah-buahan, kurma dan delima.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
fīhinna khairātun ḥisān
Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
ḥụrum maqṣụrātun fil-khiyām
Bidadari-bidadari yang dipelihara di dalam kemah-kemah.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
lam yaṭmiṡ-hunna insung qablahum wa lā jānn
Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia maupun oleh jin sebelumnya.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
muttaki`īna 'alā rafrafin khuḍriw wa'abqariyyin ḥisān
Mereka bersandar pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
tabārakasmu rabbika żil-jalāli wal-ikrām
Maha Suci nama Tuhanmu Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.
Apa Manfaat Membaca Surah Ar Rahman?
Surah Ar Rahman mendatangkan berbagai manfaat bagi orang yang membacanya. Berikut lima manfaat yang akan kamu dapat saat membaca surah Ar-Rahman.
Mendapatkan rida Allah SWT
Matinya orang yang membaca surah Ar-Rahman seperti syahid
Mendapatkan syafaat pada hari kiamat
Sebagai pengingat bahwa ada makhluk ciptaan Allah selain manusia
Dapat meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT
Surah Ar Rahman Menceritakan tentang Apa?
Dikutip dari buku Tafsir Pendidikan: Konsep Pendidikan Berbasis Alquran, Ahmad Izzan dan Saehudin (2015: 181) bacaan surah Ar-Rahman mengajarkan kepada kita untuk selalu mensyukuri segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.
Banyak ulama berpendapat mengenai kata Ar-Rahman dan Ar-Rahum memiliki akar kata yang sama, yaitu rahmah yang memiliki arti kasih sayang.
Secara bahasa Ar-Rahman merujuk pada suatu kesinambungan dan kemantapan dalam wazannya. Dalam surah Ar-Rahman kata ini disebutkan sebanyak 31 kali yang diulang-ulang. Surah ini sebagai pengingat bagi manusia atas segala nikmat yang telah diberikan baik di dunia maupun di akhirat.
Allah SWT juga mempersilakan bagi jin dan manusia untuk melintasi angkasa. Namun, kemampuan mereka juga terbatas terutama manusia yang melintasi angkasa dengan menggunakan ilmu dan teknologinya.
Namun jin dan manusia tidak akan bisa pergi dari takdir Allah SWT, dan mereka juga tidak bisa lari dari kuasa-Nya. Pada surah Ar Rahman ayat 33 dijelaskan mengenai motivasi untuk manusia agar menuntut ilmu dan mengembangkan teknologi.
Kapan Waktu yang Tepat Membaca Surah Ar Rahman?
Waktu yang tepat membaca surah Ar Rahman adalah sepertiga malam terakhir. Sebagaimana hadis berikut:
Dari Abu Said dan Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah menunda sampai jika sepertiga malam yang pertama telah berlalu, ia turun ke langit dunia, lalu berfirman, 'Adakah orang yang memohon ampun? Adakah yang bertaubat? Adakah yang meminta? Adakah yang berdoa?'. (Hal ini) sampai terbitnya fajar." (HR Muslim)
Kemudian kamu juga bisa membaca surah Ar Rahman ketika fajar. Dalam hal ini Allah SWT berfirman:
"Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula salat) subuh. Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)." (QS Al-Isra ayat 78)
(WWN & ZHR)
