Bacaan Surat Al Adiyat Arab, Latin dan Terjemahannya

·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat al Adiyat merupakan surat ke-100 dalam Alquran yang terletak di juz amma atau juz ke-30. Al Adiyat sendiri termasuk surat pendek yang diturunkan di kota Makkah dan termasuk ke dalam golongan surat Makkiyah.
Mengutip keterangan dalam Al Qur’an dan Terjemahannya, Soenarjo (1971: 1098), nama surat Al Adiyat sendiripada dasarnya diambil dari kata “Al-‘Aadiyaat” yang terdapat dalam ayat pertama surat tersebut yang berarti kuda perang yang berlari kencang. Adapun isi kandungan surat pendek tersebut ialah menerangkan tentang sumpah Allah dengan simbol kuda perang yang banyak ditafsirkan sebagai penggambaran akan datangnya kiamat yang cepat dan mendadak seperti halnya kedatangan pasukan berkuda.
Bacaan Surat Al Adiyah Arab, Latin dan Terjemahannya
Disamping tafsiran tadi, dalam surat Al Adiyat juga dijelaskan bahwasanya sifat kikir, tamak harta, dan sering ingkar yang dimiliki oleh manusia kelak akan diperlihatkan kepadanya di hari kiamat nanti. Dan jika hari pembalasan itu tiba, maka segala sifat buruk manusia tersebut akan mendapatkan balasan yang setimpal.
Agar umat muslim dapat semakin memaknai isi kandungan firman Allah SWT dalam surat Al Adiyat tersebut, maka berikut ini adalah bacaan surat Al Adiyat Arab, Latin, dan terjemahannya yang perlu untuk diketahui:
وَالْعٰدِيٰتِ ضَبْحًاۙ
wal-'ādiyāti ḍab-ḥā
Demi kuda perang yang berlari kencang terengah-engah,
فَالْمُوْرِيٰتِ قَدْحًاۙ
fal-mụriyāti qad-ḥā
dan kuda yang memercikkan bunga api (dengan pukulan kuku kakinya),
فَالْمُغِيْرٰتِ صُبْحًاۙ
fal-mugīrāti ṣub-ḥā
dan kuda yang menyerang (dengan tiba-tiba) pada waktu pagi,
فَاَثَرْنَ بِهٖ نَقْعًاۙ
fa aṡarna bihī naq'ā
sehingga menerbangkan debu,
فَوَسَطْنَ بِهٖ جَمْعًاۙ
fa wasaṭna bihī jam'ā
lalu menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,
اِنَّ الْاِنْسَانَ لِرَبِّهٖ لَكَنُوْدٌ ۚ
innal-insāna lirabbihī lakanụd
sungguh, manusia itu sangat ingkar, (tidak bersyukur) kepada Tuhannya,
وَاِنَّهٗ عَلٰى ذٰلِكَ لَشَهِيْدٌۚ
wa innahụ 'alā żālika lasyahīd
dan sesungguhnya dia (manusia) menyaksikan (mengakui) keingkarannya,
وَاِنَّهٗ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيْدٌ ۗ
wa innahụ liḥubbil-khairi lasyadīd
dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan.
۞ اَفَلَا يَعْلَمُ اِذَا بُعْثِرَ مَا فِى الْقُبُوْرِۙ
a fa lā ya'lamu iżā bu'ṡira mā fil-qubụr
Maka tidakkah dia mengetahui apabila apa yang di dalam kubur dikeluarkan,
وَحُصِّلَ مَا فِى الصُّدُوْرِۙ
wa huṣṣila mā fiṣ-ṣudụr
dan apa yang tersimpan di dalam dada dilahirkan?
اِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَىِٕذٍ لَّخَبِيْرٌ
inna rabbahum bihim yauma`iżil lakhabīr
sungguh, Tuhan mereka pada hari itu Maha teliti terhadap keadaan mereka.
Berdasarkan tafsiran serta terjemahan surat Al Adiyat tadi, maka umat muslim diharapkan dapat senantiasa meyakini bahwasanya hari kiamat akan tiba tanpa disangka-sangka dan manusia kelak akan dibangkitkan dan diberi balasan atas segala perbuatannya.
Oleh sebab itu, maka gunakanlah waktu hidup sebaik mungkin dan tinggalkanlah perbuatan ingkar, kikir dan tamak harta seperti yang sudah disebutkan dalam surat Al Adiyat tadi. (HAI)
