Bagian Akhir atau Penutup dari Sebuah Teks Eksplanasi disebut Apa?

·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teks eksplanasi merupakan salah satu bentuk teks yang ada dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Teks eksplanasi memiliki bagian-bagian tersendiri, salah satunya adalah bagian akhir atau penutup dari sebuah teks eksplanasi disebut sebagai interpretasi.
Lantas, apa sebenarnya teks eksplanasi dan apa saja bagian-bagian dari teks ini? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Pengertian Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi adalah teks yang memaparkan penjelasan informasi tentang fenomena kausalitas. Fenomena tersebut bisa berupa fenomena sosial, budaya, politik, hukum, ekonomi hingga fenomena alam.
Dikutip dari Buku Ajar Bahasa Indonesia untuk Kelas XI SMK oleh Fitri Itut Rahayu (2021: 31), teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan tentang suatu kejadian yang saling berhubungan secara urut dan runtut. Berikut ciri-ciri teks eksplanasi:
Informasi yang disampaikan berupa fakta atau bersifat faktual/nyata adanya.
Informasi yang disampaikan berupa fenomena yang dapat dijelaskan secara ilmiah, baik fenomena alam, sosial, budaya, maupun ilmu pengetahuan dan teknologi.
Bersifat informatif (memberikan pengetahuan) dan objektif (tidak mempengaruhi pembaca).
Menjelaskan hubungan kausalitas atau sebab akibat peristiwa.
Teks eksplanasi memiliki sifat ilmiah yang artinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Tujuan dibuatnya teks eksplanasi adalah untuk memberikan informasi berupa fakta secara jelas, mengenai fenomena-fenomena yang sedang atau sudah terjadi.
Struktur Teks Eksplanasi
Pada uraian di atas, sudah disebutkan bahwa bagian akhir atau penutup dari sebuah teks eksplanasi disebut dengan interpretasi. Sekarang saatnya Anda untuk mengenal bagian-bagian teks eksplanasi secara utuh.
Berikut adalah penjelasan tentang bagian atau struktur teks eksplanasi yang dikutip dari buku Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan karya Taufiqur Rahman (2017: 38-39).
1. Bagian Awal (Pernyataan Umum)
Bagian awal atau bagian pembuka pada teks eksplanasi berisi informasi singkat tentang topik yang dibicarakan. Bagian ini memuat pernyataan umum tentang topik yang dibahas, seperti proses keberadaannya, proses terjadinya, proses terbentuknya, dan sejenisnya.
2. Bagian Tengah (Urutan Kejadian atau Penjelasan Sebab Akibat)
Bagian tengah disebut juga urutan sebab-akibat yang berisi urutan uraian dari peristiwa yang terjadi. Umumnya, bagian ini berisi penjelasan dari pokok bahasan yang lebih mendalam.
Pada bagian ini, dijelaskan tentang deskripsi dan rincian penyebab serta akibat dari terjadinya suatu peristiwa atau fenomena. Penjelasan tersebut ditulis secara berurutan dari awal hingga akhir terkait fenomena yang menjadi topik bahasan.
Contohnya tentang peristiwa bencana alam. Jadi, hal yang perlu dijelaskan pada bagian ini adalah penyebab, jenis, dan dampak bagi lingkungan sekitar dari bencana alam tersebut.
3. Bagian Akhir (Interpretasi)
Bagian akhir atau penutup dari sebuah teks eksplanasi disebut juga sebagai bagian interpretasi. Pada bagian ini, teks berisi tentang pendapat singkat penulis mengenai peristiwa yang berupa kesimpulan atau pernyataan.
Berdasarkan penjelasan tentang struktur teks eksplanasi di atas, kini dapat dipahami bahwa teks eksplanasi adalah bentuk teks yang cocok untuk menguraikan sebuah peristiwa.
Supaya lebih mudah untuk membuat teks eksplanasi, berikut adalah beberapa ide yang cocok untuk membuat teks eksplanasi.
Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca
Proses Penyebaran Virus Corona
Kronologi Terjadinya Hujan
Baca Juga: Definisi Teks Deskripsi dan Jenis Teks Deskriptif
Contoh Teks Eksplanasi
Dikutip dari buku Mari Belajar Bahasa Indonesia oleh Dina Priyatiningrum, dkk., dan BPSC Modul Bahasa Indonesia SD/MI Kelas V oleh Agus Sasono, berikut adalah beberapa contoh teks eksplanasi yang bisa dipelajari.
Contoh Teks Eksplanasi 1: Perkembangan Budaya
Budaya merupakan salah satu kekayaan dan kekhasan suatu negara. Budaya patut menjadi sebuah warisan yang dibanggakan.
Budaya tidak melulu identik mengenai hal-hal yang konkret berbentuk benda, tetapi juga bisa berbentuk abstrak atau tindakan. Contoh dari wujud budaya adalah bahasa, pakaian adat, kesenian tradisional, dan lain sebagainya.
Budaya dapat diartikan sebagai suatu cara hidup masyarakat yang berkembang dan disepakati oleh suatu kelompok tertentu, kemudian budaya akan diwariskan secara turun-temurun.
Apabila diklasifikasikan, budaya dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu kepercayaan, keindahan/estetika, dan pengetahuan. Keseluruhannya bersifat saling mempengaruhi satu sama lain sehingga timbul sebuah adat istiadat.
Seiring perkembangan zaman, budaya juga semakin berkembang dengan keanekaragamannya. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan lingkungan dalam suatu daerah tertentu.
Meskipun demikian, budaya harus tetap dilestarikan dengan cara suatu kelompok masyarakat tertentu tetap melaksanakan aktivitas budaya tersebut. Dengan begitu, sebagai masyarakat kita harus menghargai perubahan budaya tanpa berhenti melestarikan budaya tersebut.
Meskipun dikejar dengan kecanggihan zaman, budaya harus tetap eksis dalam suatu negara. Budaya akan menjadi peninggalan sejarah yang unik dan menjadi ciri khas suatu negara, sehingga dapat dikenal oleh seluruh dunia.
Contoh Teks Eksplanasi 2: Tsunami
Tsunami adalah istilah yang berasal dari Jepang. Tsunami terdiri atas dua kata, yaitu tsu dan name yang berarti pelabuhan dan gelombang. Para ilmuwan mengartikannya sebagai gelombang pasang atau gelombang laut akibat gempa.
Tsunami adalah gelombang laut besar yang datang dengan cepat dan tiba-tiba menerjang kawasan pantai. Gelombang tersebut terbentuk akibat adanya aktivitas gempa atau gunung merapi yang meletus di bawah laut. Besarnya gelombang tsunami menyebabkan banjir dan kerusakan.
Pembentukan tsunami terjadi saat dasar laut permukaannya naik-turun di sepanjang patahan selama gempa berlangsung. Patahan tersebut mengakibatkan terganggunya ke seimbangan air laut. Patahan yang besar akan menghasilkan tenaga gelombang yang besar pula.
Beberapa saat setelah terjadi gempa, air laut akan surut. Setelah surut, air laut kembali ke arah daratan dalam bentuk gelombang besar. Selain itu, pembentukan tsunami juga disebabkan oleh letusan gunung merapi di dasar lautan.
Letusan tersebut menyebabkan tingginya pergerakan air laut atau perairan di sekitarnya. Semakin besar tsunami, makin besar pula banjir atau kerusakan yang terjadi saat menghantam pantai.
Tsunami memang telah menjadi salah satu bencana yang menyebabkan kerusakan besar bagi manusia. Kerusakan terbesar terjadi saat tsunami tersebut menghantam permukiman penduduk sehingga menyeret apa saja yang dilaluinya.
Oleh sebab itu, kita harus selalu waspada dan mempersiapkan diri menghadapi bencana ini. Namun, kita tidak perlu terlalu khawatir karena tidak semua tsunami membentuk gelombang besar. Selain itu, tidak semua letusan gunung merapi atau gempa yang terjadi diikuti dengan tsunami.
Contoh Teks Eksplanasi 3: Perundungan (Bullying) di Sekolah
Perundungan merupakan sebuah bentuk kekerasan fisik maupun verbal berupa paksaan atau ejekan untuk mengintimidasi seseorang.
Perundungan kerap terjadi dengan indikasi pelecehan baik secara lisan atau kekerasan fisik yang biasanya dilakukan atas dasar perbedaan agama, ras, gender, atau kemampuan seseorang.
Bullying dapat terjadi di mana saja, termasuk dalam ranah pergaulan antar remaja. Salah satu yang menjadi sorotan adalah perundungan yang dilakukan di lingkungan sekolah. Perundungan dilakukan oleh pelaku karena ada motivasi tertentu.
Pada umumnya, pelaku adalah anak-anak yang berani, sehingga dipengaruhi juga oleh sikap agresif. Bahkan ada juga yang menggunakan bullying sebagai bahan pembelaan diri, karena pelaku merasa cemas dan rendah diri atas kemampuannya.
Dengan demikian, pelaku dapat melakukan pembelaan atas dirinya dengan tindakan kekerasan fisik maupun verbal yang dapat menyakiti korban. Perundungan ini harus dihentikan dalam lingkungan pendidikan khususnya.
Baik dari lingkungan sekolah, keluarga, atau masyarakat harus mampu memberikan edukasi kepada anak-anaknya untuk tidak melakukan perundungan.
Pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan memberitahu kepada mereka bagaimana dampak fisik dan psikis yang dapat terjadi terhadap korban atas tindakan bullying yang dilakukan. Sehingga peran orang tua dan guru sangatlah penting.
(AA & SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan teks eksplanasi?

Apa yang dimaksud dengan teks eksplanasi?
Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan tentang suatu kejadian yang saling berhubungan secara urut dan runtut.
Apa tujuan dari teks eksplanasi?

Apa tujuan dari teks eksplanasi?
Tujuan dibuatnya teks eksplanasi adalah untuk memberikan informasi berupa fakta secara jelas, mengenai fenomena-fenomena yang sedang atau sudah terjadi.
Bagian awal teks eksplanasi tentang apa?

Bagian awal teks eksplanasi tentang apa?
Bagian ini memuat pernyataan umum tentang topik yang dibahas, seperti proses keberadaannya, proses terjadinya, proses terbentuknya, dan sejenisnya.
