Konten dari Pengguna

Bagian-bagian Mikroskop dan Fungsinya Lengkap

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 4 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seorang peneliti menggunakan mikroskop. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seorang peneliti menggunakan mikroskop. Foto: Unsplash

Bagi Anda yang sering berkecimpung di dalam laboratorium, penting sekali untuk mengetahui bagian-bagian mikroskop beserta fungsinya. Sebab, alat optik ini menjadi salah satu peralatan yang sering digunakan untuk melakukan penelitian.

Mengutip buku Magic Tricks Praktik ala Bimbel IPA SMP Kelas VII, VIII, IX oleh Tim Tentor Master, ada dua jenis mikroskop, yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.

Mikroskop elektron merupakan jenis mikroskop yang cara kerjanya menggunakan sumber energi dari elektron yang dapat memperbesar bayangan objek penelitian.

Adapun mikroskop cahaya dibagi lagi menjadi dua macam, yaitu mikroskop monokuler dan mikroskop diseksi. Mikroskop monokuler hanya mempunyai satu lensa okuler, sedangkan mikroskop binokuler memiliki dua lensa okuler yang dapat dipakai oleh kedua mata sekaligus.

Bagian-bagian Mikroskop dan Fungsinya

Ilustrasi bagian-bagian mikroskop. Foto: Unsplash

Berikut adalah bagian-bagian mikroskop beserta fungsi yang terdapat di dalamnya.

1. Lensa Okuler

Lensa okuler berfungsi menimbulkan bayangan yang tegak, maya, diperbesar, sehingga bayangan tersebut bisa diamati dengan jelas.

2. Lensa Objektif

Lensa objektif berfungsi untuk membentuk bayangan pertama yang bersifat terbalik, nyata, dan diperbesar.

3. Tabung Mikroskop

Tabung mikroskop berfungsi sebagai penghubung antara lensa okuler dengan lensa objektif.

4. Makrometer

Makrometer berfungsi menurunkan atau menaikkan tabung mikroskop dengan cepat.

5. Mikrometer

Mikrometer berfungsi menurunkan atau menaikkan tabung mikroskop dengan lambat.

6. Revolver

Revolver berfungsi untuk mempermudah dalam mengatur nilai pengamatan dari mikroskop.

7. Reflektor

Reflektor berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke objek pengamatan.

8. Diafragma

Diafragma berfungsi mengelola jumlah cahaya yang masuk agar observer dapat lebih fokus dalam menentukan jumlah cahaya ke dalam objek pengamatan.

9. Kondensor

Kondensor berfungsi mengumpulkan cahaya yang dipantulkan oleh cermin kemudian memfokuskan cahaya tersebut sebagai penerangan pada objek yang sedang diamati.

10. Meja Mikroskop

Meja mikroskop berfungsi sebagai wadah untuk menampung objek pengamatan supaya tidak mudah bergeser.

11. Penjepit Kaca

Penjepit kaca berfungsi sebagai pelapis objek pengamatan supaya preparat mudah digerakkan dan tidak bergeser.

12. Lengan Mikroskop

Lengan mikroskop berfungsi sebagai pegangan ketika mikroskop akan dipindahkan atau dibawa menuju ke tempat lain.

13. Kaki Mikroskop

Kaki mikroskop berfungsi untuk membuat posisi mikroskop tidak goyah.

14. Sendi Inklinasi

Sendi inklinasi berfungsi mengatur derajat kemiringan untuk mengamati objek pengamatan.

Baca Juga: Sejarah Penemuan Mikroskop dan Perkembangannya di Dunia

Cara Menggunakan Mikroskop

Ilustrasi penggunaan mikroskop. Foto: Pexels

Untuk menggunakan mikroskop, diperlukan keterampilan khusus agar objek yang diamati dapat dilihat dengan jelas dan mikroskop terjaga dari kerusakan.

Dikutip dari IPA Biologi 1 SMP dan MTs untuk Kelas VII oleh Saktiyono, berikut adalah cara menggunakan mikroskop cahaya yang baik dan benar.

  1. Pegang mikroskop dengan benar pada saat membawanya. Tangan kanan memegang pegangan mikroskop dan tangan kiri menyangga bagian bawah kaki mikroskop.

  2. Letakkan mikroskop di tempat yang datar dan hadapkan mikroskop tersebut ke arah cahaya.

  3. Melalui lensa okuler pada mikroskop, Anda akan melihat suatu lingkaran cahaya. Lingkaran cahaya tersebut dikenal sebagai bidang pandang. Atur cermin agar diperoleh lingkaran cahaya yang paling terang.

  4. Jika Anda menggunakan lampu sebagai sumber cahaya, letakkan lampu sekitar 20 cm dari mikroskop. Atur lampu sehingga tampak lingkaran cahaya yang paling terang.

  5. Jika Anda belum menemukan lingkaran cahaya, mungkin lensa objektif belum tepat posisinya.

  6. Putarlah revolver sehingga lensa objektif dengan perbesaran lemah (misalnya 10x) tepat pada posisinya sampai terdengar bunyi "klik".

  7. Atur atau ubah pengatur lensa objektif untuk mencari perbesaran lemah, sedang, atau kuat.

  8. Atur fokus dengan pengatur fokus. Cobalah menaikkan dan menurunkan lensa dengan pengatur fokus.

  9. Letakkan sediaan yang akan diamati di atas meja preparat dan jepitlah dengan penjepit objek. Dengan begitu, Anda siap menggunakan mikroskop.

  10. Mulailah pengamatan dengan menggunakan lensa objektif dengan perbesaran lemah (10x).

  11. Sambil mengamati melalui lensa okuler, putarlah sekrup pemutar kasar secara perlahan agar tabung mikroskop naik. Pada saat demikian, Anda dapat mengamati gambar meskipun belum begitu jelas.

  12. Untuk memperoleh gambar objel yang jelas, putarlah sekrup pemutar halus, sehingga Anda mendapati gambar yang jelas dan fokus.

  13. Setelah mengamati gambar dengan menggunakan lensa objektif 10x, coba Anda amati objek yang sama dengan menggunakan lensa objektif 40x (perbesaran kuat). Anda cukup memutar revolver sehingga lensa objektif 40x.

Demikian penjelasan mengenai bagian-bagian mikroskop dan cara menggunakannya. Berdasarkan pemaparan di atas, dapat diketahui bahwa setiap bagian mikroskop memiliki fungsi masing-masing yang memudahkan observer dalam melakukan pengamatan di laboratorium.

Dengan mengetahui bagian-bagian dari mikroskop dan cara menggunakannya, Anda dapat mengamati objek penelitian secara lebih efektif dan efisien.

(DLA & SFR)