Konten dari Pengguna

Bagian Sisi Bumi yang Mengalami Waktu Malam dan Siang

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bumi. Sumber: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bumi. Sumber: pixabay.com

Bumi merupakan planet yang menjadi tempat tinggal seluruh makhluk hidup dan menjadi salah satu planet yang mengelilingi matahari. Perputaran matahari mengelilingi matahari disebut dengan revolusi, sedangkan perputaran bumi pada porosnya disebut rotasi. Rotasi bumi inilah yang menyebabkan terjadinya siang dan malam. Lantas, bagian sisi bumi manakah yang mengalami waktu malam dan siang?

Seperti yang kita ketahui, bumi membutuhkan waktu selama 365 hari untuk mengelilingi matahari dan butuh waktu 24 jam bagi bumi untuk menyelesaikan perputaran pada porosnya. Nah, pada saat bumi berputar di porosnya inilah akan terjadi siang dan malam pada dua sisi yang berbeda.

Bagian Sisi Bumi Manakah yang Mengalami Waktu Malam dan Siang?

Ilustrasi bumi. Sumber: pixabay.com

Pergantian waktu malam dan siang adalah salah satu dampak dari adanya rotasi bumi. Bagian bumi yang menerima sinar matahari dinamakan siang dan bagian bumi yang tidak menerima sinar matahari disebut dengan malam. Sederhananya, siang dan malam saling bergantian di setiap tempat, sama seperti pergantian waktu atau jam.

Menurut buku Rotasi dan Revolusi Bumi untuk Kelas VI SD/MI karya Makbulah (2021), letak matahari yang berubah inilah yang menyebabkan adanya pagi, siang, sore, dan juga malam. Perbedaan waktu ini bukan disebabkan oleh jumlah sinar matahari yang berubah-ubah, tetapi dikarenakan arah sinar matahari yang terus berubah. Jadi, luas permukaan matahari yang terkena sinar matahari akan berbeda-beda.

Pada pagi dan sore hari, sinar matahari datangnya miring dan membuat daerah yang terkena sinar matahari menjadi cukup luas. Jadi, pada saat ini, matahari akan terasa hangat. Berbeda halnya pada siang hari, di mana sinar matahari datangnya tegak lurus sehingga daerah yang terkena sinar matahari akan terasa lebih panas.

Kemudian lamanya waktu siang dan malam di suatu daerah disebabkan karena adanya revolusi bumi yang berlangsung selama 365 hari. Selama satu tahun, bumi akan bergerak mengelilingi matahari sembari melakukan rotasi. Hal ini mengakibatkan posisi bumi akan berubah dalam lintasannya dan berbentuk elips. Akibatnya perbedaan siang dan malam akan berbeda-beda. (Anne)