Konten dari Pengguna

Bahan-Bahan Green Material yang Ramah Lingkungan

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bahan-Bahan Green Material, Foto: Unsplash/asbe.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bahan-Bahan Green Material, Foto: Unsplash/asbe.

Isu mengenai kerusakan lingkungan dan pemanasan global sangat menarik masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Adanya isu ini membuat manusia beralih menggunakan bahan-bahan green material atau properti yang ramah lingkungan.

Penggunaan properti ini tidak hanya bermanfaat untuk mengurangi pemanasan global, tetapi juga bisa memberikan dampak positif lainnya. Rumah yang ramah lingkungan akan membuat yang tinggal di sana merasa lebih nyaman, sejuk, dan alami.

Bahan-Bahan Green Material untuk Rumah

Ilustrasi Bahan-Bahan Green Material, Foto: Unsplash/ArtistGNDphotography.

Dikutip dari buku Green Industry Management karya Wetri Febrina, ST., MT (2023: 185), penggunaan bahan-bahan alami dan green material harus dilakukan untuk mengurangi kerusakan pada bumi.

Berikut adalah bahan-bahan green material yang ramah lingkungan sebagai referensi.

1. Bambu

Bambu dikenal tahan lama dan lentur, membuatnya banyak digunakan dalam membangun rumah. Selain itu bambu juga memiliki bobot yang ringan, tetapi kuat menahan beban serta ramah lingkungan.

2. Hempcrete

Hempcrete merupakan beton yang dibuat dari serat tanaman hemp. Cara pembuatannya adalah dengan mencampurkan serat hempcrete dengan kapur dan diolah sedemikian rupa hingga menjadi sebuah beton dengan bobot yang ringan.

Hempcrete memiliki bobot yang ringan sehingga mudah untuk memindahkannya dalam bangunan. Material ini ramah lingkungan karena bisa didapatkan di alam bebas dengan mudah.

3. Batang Jerami

Jerami sudah sering digunakan sebagai material alami untuk rumah tradisional. Namun saat ini sudah ada banyak bangunan yang menggunakan bahan jerami, terutama untuk bagian dinding.

4. Mycelium

Mycelium merupakan sejenis jamur yang saat ini kerap dijadikan salah satu bahan bangunan yang ramah lingkungan.

Mycelium ini dapat ditemukan di sekitar bahan-bahan organik seperti batang jerami. Setelah tumbuh, jamur akan dibentuk sesuai dengan keiinginan sehingga menjadi batu.

5. Bahan Bangunan Ashcrete

Ashcrete ini adalah bahan bangunan pengganti semen. Bahan ini berasal dari produk sampingan pembakaran batu bara. Daya rekatnya lebih kuat dari beberapa bahan lainnya.

6. Kayu

Kayu adalah bahan bangunan yang banyak digunakan untuk membangun rumah. dalam mengolah katu tidak perlu memerlukan banyak peralatan yang boros energi. Memilih properti kayu akan membuat rumah menjadi lebih sejuk.

7. Tanah yang Dipadatkan

Material ini biasa digunakan untuk pembangunan dinding atau lantai rumah yang sudah diterapkan sejak ribuan tahun lalu.

Baca Juga: Tipe-Tipe Rumah Paling Populer di Indonesia dan Luasnya

Itulah bahan-bahan green material yang ramah lingkungan. Untuk menjaga lingkungan dan mengurangi pemanasan global bisa memilih properti yang ramah. (Umi)