Konten dari Pengguna

Bahasa yang Digunakan pada Kitab Injil dan Sejarah Penerjemahannya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahasa yang Digunakan pada Kitab Injil, Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Bahasa yang Digunakan pada Kitab Injil, Foto: Pixabay

Kitab Injil mengacu pada keempat kitab pertama di dalam Alkitab Perjanjian Baru menurut iman Kristen. Bahasa yang digunakan pada Kitab Injil adalah bahasa Aram dan bahasa Yunani Koine (Yunani Kuno).

Sejarah Penerjemahan Bahasa yang Digunakan pada Kitab Injil

Bahasa yang Digunakan pada Kitab Injil, Foto: Pixabay

Kata "Injil" berasal dari bahasa Arab, yaitu Ingil, yang diturunkan dari bahasa Yunani, yaitu euangelion) yang berarti 'Kabar Baik' atau 'Berita Kesukaan'.

Di dalam bahasa Inggris, Injil disebut Gospel, yang berasal dari bahasa Inggris Kuno, yaitu gōd-spell yang berarti 'Kabar Baik'.

Dilansir dari buku The Four Gospel & The Great Commission, Thomas Hwang, (2021:14), keempat Kitab Injil yang merupakan pembuka dari Alkitab Perjanjian Baru ditulis oleh:

  1. Markus sekitar tahun 50-an sampai akhir tahun 60-an

  2. Matius sekitar tahun 50-70-an

  3. Lukas sekitar tahun 59-63

  4. Yohanes sekitar tahun 85 sampai mendekati tahun 100

Setelah para rasul memberitakan Injil ke berbagai wilayah yang jauh, Alkitab pun diterjemahkan ke dalam berbagai macam bahasa dan dialek.

Alkitab merupakan buku yang paling banyak diterjemahkan di dunia. Setidaknya 1 kitab di dalam Alkitab sudah diterjemahkan ke dalam lebih dari 2700 bahasa di dunia, termasuk 680 bahasa di Afrika, 590 bahasa di Asia, 420 bahasa di Oseania, 420 bahasa di Amerika Latin dan Karibia, 210 bahasa di Eropa, dan 75 bahasa di Amerika Utara.

Alkitab tersedia lengkap atau sebagian bagi 98% di dalam bahasa ibu di seluruh dunia. United Bible Society mengumumkan bahwa per tanggal 31 Desember 2007, Alkitab telah tersedia di dalam 438 bahasa, 123 di antaranya meliputi deuterokanonika di samping Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Kemudian secara terpisah, Alkitab tersedia di dalam 1168 bahasa dan di dalam bagian-bagian khusus tersedia di dalam 848 bahasa lain.

Penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Indonesia sendiri dimulai pada awal abad ke-17, ketika orang-orang Portugis dan Belanda menginjakkan kaki ke wilayah Nusantara. Sampai sekarang, setidaknya sudah ada 22 versi lengkap Alkitab yang pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu-Indonesia.

Sementara itu, Alkitab di dalam bentuk sebagian saja telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 100 bahasa daerah di Indonesia.

Jadi, walaupun bahasa yang digunakan pada Kitab Injil awalnya adalah Aram dan Yunani Koine, tetapi Injil bersama kitab-kitab lainnya di dalam Alkitab kini tersedia di dalam ratusan bahasa di dunia. (BRP)