Bilangan Eksponen: Pengertian, Sifat, dan Contohnya

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bilangan eksponen merupakan sebutan bagi bilangan kecil yang letaknya berada di sebelah kanan atas bilangan lainnya. Mengutip dari Buku Pintar Matematika SD, Osdirwan Osman (2008: 33), bilang eksponen adalah angka yang menunjukkan banyaknya sebuah bilangan pokok. Sederhananya, bilangan eksponen adalah sebutan dari banyaknya nilai pangkat dari bilangan pokok. Misalnya 3^2 (dibaca 3 pangkat 2), maka nilai 2 tersebut dinamakan bilangan eksponen. Jika 5^3, maka angka 3 adalah eksponennya.
Bilangan eksponen secara umum memiliki bentuk seperti yang telah dicontohkan tadi, yakni a^n (a pangkat n) dimana nilai n menjadi penentu banyaknya bilangan pokok yang harus dikalikan sebanyak bilangan eksponen tersebut. Kemudian bila bilangan eksponen tadi digunakan dalam operasi perhitungan, maka sifat-sifatnya akan berubah.
Bilangan Eksponen: Sifat dan Contohnya dalam Operasi Hitungan
Dalam hal operasi hitungannya, maka bilangan eksponen akan menghasilkan sifat-sifat berikut ini lengkap dengan contohnya:
a^m x a^n = a^m+n (dalam bentuk perkalian, pangkat akan ditambah), contohnya 3^2 x 3^3 = 3^2+3=3^5
a^m ÷ a^n = a^m-n (dalam bentuk pembagian, pangkat akan dikurangi), contohnya 2^4 : 2^2=2^4-2=2^2
(a^m) ^n = am x n (jika ada di dalam bentuk kurungan, pangkat akan dikalikan), contohnya (3^2) ^2= 3^2x2=3^4
(a x b) ^m = a^m x b^m (bila ada dua bilangan di dalam kurungan, kemudian diberi pangkat, maka kedua bilangan tersebut akan memiliki pangkat yang sama), contohnya (2 x 3)^2= (2^2 x 3^2)
(a/b) ^m = a^m / b^m (penyebut tidak boleh sama dengan 0, dan dalam bentuk ini, penyebut dan pembilang akan memiliki pangkat), contohnya (3/2) ^2= 3^2/2^2
1 / a^n = a^-n (untuk sifat ini, bila penyebut bernilai positif dan kemudian dipindahkan ke atas, maka penyebut tersebut akan negatif. Begitu pun sebaliknya), contohnya 1/2^3= 2^-3
n√a^m = a^m/n (dalam bentuk akar seperti ini, bila disederhanakan n akan menjadi penyebut dan m akan menjadi pembilang. n harus lebih atau sama besar dengan 2), contohnya 2√9^4 = √9^4/2 = √9^2
a^0 = 1 (a tidak boleh sama dengan 0), artinya berapapun bilangan pokoknya, jika ia berpangkat nol maka nilainya sama dengan satu.
Demikianlah ulasan tentang bilangan eksponen berserta sifat-sifatnya dalam operasi hitungan matematika lengkap dengan contohnya. Semoga informasi tadi dapat dipahami dengan mudah. Semoga bermanfaat! (HAI)
