Konten dari Pengguna

Bilangan Oksidasi dan 10 Aturan Penentunya

Berita Update

Berita Update

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Doc : Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Doc : Freepik

Bilangan oksidasi atau yang disingkat dengan nama Biloks merupakan istilah kimia, berdefinisi sebagai jumlah muatan negatif dan positif dalam atom, yang secara tidak langsung menunjukkan jumlah elektron yang telah diterima atau diserahkan ke atom lain. Beberapa atom hanya mempunyai satu biloks, namun ada beberapa atom yang mempunyai lebih dari satu biloks.

Jika kamu menemukan nilai dari sebuah bilangan atom pada suatu molekul ataupun senyawa, maka kamu harus mengetahui terlebih dahulu biloks atom unsur lainnya yang mempunyai sifat umum.

10 Aturan untuk Menentukan Bilangan Oksidasi atau Biloks!

Cara menentukan biloks dalam suatu unsur ion atau senyawanya kamu bisa mengikuti aturan-aturan sebagai berikut:

  1. Biloks unsur bebas dalam bentuk monoatomik, diatomik, triatomik, tetraatomik, dan seterusnya, memiliki harga nol. Contoh: Fe, C, H_2, Cl_2, F_2, O_2, P_4, dan S_8Fe,C,H2,Cl2,F2,O2,P4,danS8.

  1. Bilangan oksidasi atom FF adalah -1.

  1. Atom logam selalu memiliki bilangan oksidasi positif dengan harga sesuai dengan nomor golongannya, kecuali untuk logam transisi yang memiliki biloks lebih dari satu.

  1. Biloks atom Li, Na, K, RbLi,Na,K,Rb, dan CsCs adalah +1.

  1. Biloks atom Be, Mg, Ca, Sr, BaBe,Mg,Ca,Sr,Ba, dan RaRa adalah +2.

  1. Biloks atom AlAl adalah +3.

  1. Biloks atom HH umumnya adalah +1, kecuali jika berikatan dengan unsur logam, seperti NaNa, bilangan oksidasi menjadi negatif (-1). Senyawa atom HH dengan unsur logam disebut senyawa hidrida. Contoh: biloks HH dalam senyawa Natrium hidrida (NaHNaH) adalah -1.

  1. Biloks atom OO umumnya adalah -2, kecuali jika berikatan dengan atom FF, atau dalam senyawa peroksida dan superoksida. Bilangan oksidasi atom OO adalah +2 dalam OF_2OF2, dalam senyawa peroksida (misalnya H_2O_2H2O2) berharga -1. Adapun dalam senyawa superoksida (seperti KO_2KO2), biloks OO bernilai -1/2.

  1. Jumlah seluruh biloks atom-atom penyusun satu ion sama dengan muatan ion tersebut. Contoh biloks : S^{2-}S2− = -2; Fe^{3+}Fe3+ = +3; MnO_4^–MnO4– = -1; dan Cr_2O_7^{2-}Cr2O72− = -2.

  1. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur pembentuk senyawa netral sama dengan nol.

Melihat beberapa aturan tadi, maka dapat diambil kesimpulan bahwa suatu atom dapat bernilai positif dan negatif akibat adanya perbedaan keelektronegatifan antara atom-atom dalam suatu molekul yang kemudian didefinisikan sebagai bilangan oksidasi atau lebih dikenal dengan sebutan biloks.

(RN)