Bukti Kebenaran Rasul sebagai Utusan Allah dalam Surat Al-An'am Ayat 48

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rasul merupakan manusia yang Allah utus dalam menyampaikan wahyu kepada manusia. Namun tidak semua manusia percaya akan hal tersebut. Hingga Allah menurunkan wahyu-Nya dalam Surat Al-An’am ayat 48.
Bukti Kebenaran Rasul sebagai Utusan Allah dalam Surat Al-An’am Ayat 48
Isi dari Surat Al-An’am ayat 48 yang dikutip dari buku Tafsiru Ibn 'Athiyah al Muharrir al Wajiz fi Tafsir al Kitab al Karim karya Abi Muhammad Abdul Haq bin Athiyah al Andalusi (2002:292), yakni:
وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ ۖ فَمَنْ آمَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Artinya: “Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.”
Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan
Ayat ini Allah SWT sebutkan setelah orang-orang kafir meminta kepada Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk diturunkan ayat-ayat yang membuktikan kebenaran akan kerasulan beliau. Akan tetapi, permintaan mereka semua tidak diterima oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena semua itu bukanlah merupakan wewenang atau pun kuasa beliau selaku utusan Allah SWT.
Allah menjelaskan bahwa tugas utama seorang rasul adalah memberi kabar gembira bagi orang yang bertakwa kepada Allah, bahwa dia akan mendapatkan surga, juga memberi peringatan bagi orang yang membangkang kepada-Nya bahwa dia akan mendapatkan neraka. Para nabi dan rasul tidaklah memiliki otoritas untuk mengatur alam semesta maupun menciptakan mukjizat-mukjizat.
Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan
Ayat tersebut memiliki arti yakni bahwa barang siapa yang hatinya beriman kepada apa yang disampaikan oleh para rasul dan memperbaiki amal perbuatannya dengan mengikuti petunjuk mereka.
Maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka
Ayat ini menjelaskan bahwa apabila dikaitkan dengan masa depan mereka, maka tidak akan ada khawatiran yang akan ditimbulkan.
Tidak pula mereka bersedih hati.
Ayat tersebut menjelaskan bahwa bila dikaitkan dengan masa lalu mereka dan apa yang mereka tinggalkan di belakang yang menyangkut perkara duniawi dan aneka ragamnya. Allah-lah yang menjadi pelindung mereka dari apa yang telah mereka tinggalkan dan Allah-lah yang memelihara mereka dari masa lalunya.
Demikian penjelasan Surat Al-An’am ayat 48 tantang bukti kebenaran rasul sebagai utusan Allah SWT. Semoga informasi di atas dapat menambah keimanan dan mengikuti apa yang rasul contohkan. (MZM)
