Konten dari Pengguna

Bunyi Tidak Dapat Merambat melalui Media Apa?

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi rambatan bunyi. Foto. dok. Thomas Faull (Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rambatan bunyi. Foto. dok. Thomas Faull (Unsplash.com)

Bunyi merupakan salah satu materi yang dikaji dalam pelajaran fisika. Bunyi dapat kita dengar melalui media rambatan tertentu. Bunyi tidak dapat merambat melalui media apa? Untuk mengetahuinya lebih dalam, berikut ini adalah pemaparan lengkap mengenai bunyi yang terjadi sekitar kita.

Media Rambatan Bunyi yang Dapat Menghantarkan dan Tidak Menghantarkan Bunyi

Dalam fisika, bunyi atau suara merupakan getaran yang merambat sebagai gelombang akustik. Bunyi ini kemudian merambat melalui media transmisi seperti gas, cairan atau padat.

Lebih lanjut, penjelasan mengenai bunyi dipaparkan dalam buku berjudul Fisika SMA Kelas XII yang ditulis oleh M. Ali Yaz (2007:29) menyebutkan bahwa gelombang bunyi merupakan gelombang longitudinal yang terjadi karena rapatan dan regangan dalam medium, cair, atau padat. Dengan media rambatan tersebut, suara dapat dihantarkan ke telinga manusia.

Ilustrasi rambatan bunyi. Foto. dok. Pobytov (Unsplash.com)

Lebih lanjut, dalam buku tersebut menjelaskan bahwa gelombang bunyi tersebut dihasilkan ketika sebuah benda digetarkan dan menyebabkan gangguan kerapatan medium. Bunyi tidak dapat merambat di media khusus, yaitu ruang vakum atau hampa udara. Hal tersebut terjadi karena tidak adanya medium yang dijadikan sebagai tempat rambatan bagi regangan.

Hal tersebut sebagaimana yang disebutkan dalam buku berjudul Target Menguasai 100% Semua Mata Pelajaran SD Kelas 4 yang disusun oleh Tim Guru Indonesia (2011: 203) yang menyebutkan bahwa bunyi dapat merambat melalui benda cair, padat, dan gas. Namun bunyi tidak dapat merambat di ruang hampa.

Dalam pelajaran fisika bunyi dibagi menjadi tiga, yaitu:

  • Bunyi audiosonik yang frekuensinya antara 20 Hz sampai 20.000 Hz

  • Bunyi infrasonik merupakan bunyi yang frekuensinya kuang dari 20 Hz

  • Bunyi ultrasonik merupakan bunyi yang frekuensinya di atas 20.000 Hz.

Ilustrasi rambatan bunyi. Foto. dok. Joshua Sukoff (Unsplash.com)

Bunyi yang kita dengar dalam kehidupan sehari-hari terjadi karena beberapa syarat. Berikut ini adalah tiga syarat terjadinya bunyi, antara lain:

  1. Adanya sumber bunyi yang berupa getaran dari suatu benda

  2. Terdapat medium rambatan atau zat untuk merambatkan bunyi

  3. Adanya alat penerima bunyi, yaitu pendengaran

Pemaparan lengkap mengenai bunyi tidak dapat merambat melalui hampa udara dapat Anda ketahui untuk menambah wawasan Anda khususnya dalam pelajaran fisika tentang bunyi dan suara. (DAP)