Konten dari Pengguna

Cara Menghitung Current Ratio, Quick Ratio dan Cash Ratio dalam Bisnis

Berita Update

Berita Update

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara menghitung current ratio dalam bisnis. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara menghitung current ratio dalam bisnis. Sumber: Unsplash

Dalam menjalankan suatu bisnis, sebuah perusahaan tentu perlu menghitung ataupun menganalisis rasio finansialnya untuk mengukur sejauh mana kinerja perusahaan tersebut dapat menghasilkan keuntungan. Adapun cara menganalisa ratio keuangan perusahaan sendiri dapat dilakukan lewat perhitungan ratio likuiditas yang terdiri dari perhitungan current ratio, quick ratio, dan cash ratio.

Dikutip dari Cara Cerdas Menilai Kinerja Perusahaan Berbasis Komputer, Johar Arifin (2007: 32), ratio likuiditas dapat diartikan sebagai cara mengukur kemampuan sebuah perusahaan dalam memenuhi kewajibannya dalam jangka waktu yang relatif pendek. Sederhananya, ratio likuiditas juga dianggap sebagai cara mengukur kemampuan perusahaan dalam membayarkan hutang ataupun upah dalam jangka pendek. Jika nilai rasionya semakin tinggi, artinya semakin kuat pula kondisi keuangan perusahaan karena dianggap mampu membayarkan kewajibannya dengan lancar.

Cara Menghitung Current Ratio, Quick Ratio, dan Cash Ratio dalam Likuiditas Bisnis

Dalam mengukur ratio likuiditas perusahaan sendiri, terdapat beberapa cara yang bisa diterapkan, diantaranya dengan cara menghitung current ratio, quick ratio, dan cash ratio.

Rumus Menghitung Current Ratio

Current ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayarkan kewajibannya dengan menggunakan aktiva lancar dalam jangka waktu pendek. Adapun cara menghitung current ratio adalah dengan membagi aktiva lancar dan kewajiban lancar.

Current Ratio = aktiva lancar : kewajiban lancar

Menurut keterangan dalam buku Kuasai Detail Asuransi Perkantoran oleh Yayah Pudin Shatu, S. Munawir, dalam perhitungan current ratio sendiri, aktiva lancar merupakan sebutan untuk aset perusahaan yang dapat ditukarkan menjadi uang tunai. Misalnya saja seperti uang kas, investasi, piutang wesel, piutang dagang, ataupun surat berharga lainnya. Sedangkan kewajiban lancar terdiri dari hutang usaha, hutang wesel, hutang pajak/tax ratio dan kewajiban lain yang harus dibayarkan perusahaan.

Rumus Menghitung Quick Ratio

Quick ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajian jangka pendek dengan cara mengurangi aktiva lancar dengan persediaan, kemudian dibagi kembali dengan kewajiban lancar dengan notasi rumus sebagai berikut:

Quick Ratio = (aktiva lancar - persediaan) : kewajiban lancar

Rumus Menghitung Cash Ratio

Cash ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban dengan cara menjumlahkan seluruh kas dan surat berharga, kemudian membaginya dengan kewajiban lancar. Adapun rumusnya ialah sebagai berikut:

Cash Ratio = (kas + surat berharga) : kewajiban lancar

Berdasarkan cara menghitung current ratio, quick ratio dan cash ratio tadi, jika hasil perhitungannya mencapai angka 1,0 kali atau lebih, maka perusaaan tersebut dianggap memiliki kemampuan yang baik dalam membayarkan kewajibannya dan dinilai sebagai perusahaan yang memiliki ratio finansial yang baik pula. (HAI)