Cara Menghitung Payback Period Beserta Contoh Kasusnya

·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika ingin memulai usaha, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah rencana keuangan. Rencana keuangan dapat berupa modal yang diperlukan untuk investasi dan biaya operasional, modal minimum, modal kerja, dan lain-lain. Besarnya modal investasi dihitung sejak perusahaan belum beroperasi. Hal tersebut menjadi penting sebagai penilaian investasi untuk menguji kelayakan usaha.
Salah satu cara analisis yang dapat digunakan adalah metode payback period. Pengertian payback period adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan investasi menjadi kas atau mengembalikan modal usaha. Dikutip dari buku Dari Catatan Keuangan jadi Laporan Laba Rugi yang ditulis oleh Lilis Setiawati (2014: 112), payback period berfokus pada jumlah kas yang didapatkan dari sebuah investasi.
Pada dasarnya, payback period digunakan untuk menguji kelayakan suatu usaha. Semakin cepat payback period, maka semakin baik usaha atau bisnis tersebut.
Cara Menghitung Payback Period dan Contoh Kasusnya
Ketika ingin menghitung payback period kegiatan usaha, dibutuhkan data yang lengkap dan lebih dari sekadar data sebulan. Data yang digunakan juga dapat berupa estimasi dan tidak harus merupakan data asli.
Dikutip dari buku Panduan Praktis Strategi Memenangkan Persaingan Usaha dengan Menyusun Business Plan yang dituliskan oleh Muchtar A.F (2010: 149), cara menghitung payback period dapat dilihat dari perhitungan kas bersih yang diperoleh setiap tahun. Perlu diingat pula, bahwa kas dan laba berbeda. Nilai kas bersih merupakan penjumlahan laba setelah pajak ditambah dengan penyusutan.
Berikut rumus cara menghitung payback period:
Payback Period = Nilai Investasi/Kas Masuk Bersih
Contoh kasus yang dapat digunakan untuk menjelaskan cara menghitung payback period:
Perusahaan menanamkan modalnya dalam bentuk investasi sebesar Rp 250.000.000. Dari investasi tersebut memperoleh keuntungan pajak sebesar Rp 50.000.000 maka:
Payback period = 250.000.000/50.000.000 = 5 tahun
Berdasarkan hasil perhitungan payback period tersebut, modal dari perusahaan tersebut akan kembali setelah investasi berlangsung selama 5 tahun.
Itulah cara menghitung payback period beserta contoh kasusnya. Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)
